Unik, Upacara Kemerdekaan HUT ke-74 RI di SLBN A Kota Bandung

Dinas Pendidikan Jabar

Senin, 19 Agustus 2019 | 11:32 WIB

190819113315-unik-.jpg

disdik jabar

SEKOLAH Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung menggelar Upacara Kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indoensia (RI) di halaman sekolah, Jln. Pajajaran No. 50, Kota Bandung, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN), Drs. Sudarono menjadi pembina dalam upacara tersebut.

Ada yang unik dalam gelaran upacara kemerdekaan di SLBN A Kota Bandung. Pembina upacara mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta topi Tiilangganya. Begitupun dengan pengibar bendera, mereka menggunakan pakaian adat dari Banda Aceh serta peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali dan Sunda.

Upacara tersebut diisi paduan suara dari para siswa SLBN A Kota Bandung. Suara-suara merdu para siswa mengiringi lagu "Indonesia Raya" dan "Hari Merdeka" serta lagu daerah.

Dalam siaran persnya, Senin (19/8/2019), Kepala SLBN A Kota Bandung, Wawan mengatakan, arti kemerdekaan baginya adalah bahagia lahir batin. "Artinya, tidak kekurangan. Dari sisi batin, kita harus menumbuhkan dan menguatkan pendidikan karakter bagi para siswa," ujarnya.

Wawan berharap, pada hari kemerdekaan ke-74 ini, pemerintah memberikan kontribusi dan hak-hak yang sama bagi penyandang disabilitas netra.

Sedangkan menurut Guru SLBN A Kota Bandung, Rika Juwita, kemerdekaan dimaknai dengan terbebas dari intimidasi atau penjajahan, baik lahir maupun batin.

Sementara itu, salah seorang siswa, Citro Dwi Laksono menegaskan, kemerdekaan itu mempunyai hak yang sama. "Kita harus mempunyai hak yang harus diperjuangkan," tegas siswa kelas X yang pernah meraih juara harapan 2 Sinopsis Tingkat Nasional dan pengagum Soekarno ini.

Begitupun menurut Eko Saputra, siswa kelas IX yang pernah mendapatkan juara harapan 2 Sinopsis Tingkat Nasional serta mengagumi sosok Jenderal Sudirman ini, kemerdekaan itu mempunyai kesamaan hak, antara penyandang disabilitas dengan masyarakat lainnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA