Teater Desimal Kelompok Teater Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Bandung

Dinas Pendidikan Jabar

Jumat, 16 Agustus 2019 | 19:56 WIB

190816200104-teate.jpg

SENI teater merupakan seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog serta akting para pemainnya.

Melakoni peran bak pemain film di atas pentas, tentu sudah menjadi aktivitas atau bagian keseharian para pemain teater. 

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung ternyata memiliki kelompok teater bernama Teater Desimal. Teater ini sudah banyak mencetak prestasi di berbagai ajang kompetisi. Bahkan, kelompok teater ini sering diundang menjadi bintang tamu dalam even-even besar yang diselenggarakan sekolah. 

Ketua Ekstrakurikuler Teater SMAN 21 Bandung, Rayhan Alea Raafid mengungkapkan, sebagai siswa sekaligus pemain teater merupakan tantangan terbesar bagi grup yang pernah menjuarai Lomba Kabaret Tingkat Kota Bandung di  Universitas Pendidikan Indonesia ini. Di antaranya, sebagai best actress, best properti, best costume, dan best make up. 

"Kendala terbesar sebenarnya di masalah waktu. Karena, setiap pulang sekolah hanya punya waktu 2 jam untuk latihan. Tetapi, hal ini bisa kita atasi karena kita mendapat dukungan dari banyak pihak untuk kemajuan Teater Desimal," ujarnya saat diwawancara, Jumat (16/8/2019).

Dukungan tersebut tentu menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus giat berlatih. Mulai dari membuat konsep cerita, mematangkan kembali kemampuan akting setiap individu hingga membangun solidaritas antar-anggota Teater Desimal.

"Kami latihan 2 kali seminggu. Tetapi, jika ada even atau festival, kita latihan setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu," ujar siswa kelas XII ini.

Selain berbagai prestasi yang telah disebutkan, Teater Desimal juga pernah meraih juara 3 dalam even yang diselenggarakan Ombudsman dan mendapatkan juara 3 dalam perlombaan Hilo Teen sebagai penampilan terbaik. Dengan prestasi tersebut, teater ini termotivasi untuk terus berkembang agar bisa mengharumkan nama sekolah.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA