Mantan Cleaning Service Itu Kini Jadi Wakil Ketua Pengadilan

Daerah

Jumat, 8 November 2019 | 16:02 WIB

191108160356-manta.jpg

Dally Kardilan

Ketua Pengadilan Negeri Subang, R. Hendral, SH.,MH (kiri) melantik Wakil Ketua Pengadilan Negeri Subang, Derman P. Nababan, SH.,MH di Aula PN Subang, Jumat (8/11/2019).


KETUA Pengadilan Negeri Subang, R. Hendral, SH.,MH melantik dan mengambil sumpah jabatan Derman P. Nababan, SH.,MH menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Subang Kelas I B. Acara pelantikan dilangsungkan di Aula PN Subang, Jumat (8/11/2019).

Adanya wakil, kata Hendral, bisa melengkapi kepemimpinannya terutama sebagai Koordinator Pengawasan. "Dengan dilantiknya saudara Derman, maka PN Subang akan semakin maju dalam mewujudkan peradilan yang modern berbasis teknologi informasi, khususnya dalam mengaplikasikan e-cort," ujarnya.

Dijelaskan Hendral, PN Subang wajib mengimplementasikan e-litigasi, sebagaimana kebijakan dari Ketua Mahkamah Agung RI. Oleh karena itu, ia menilai peran Derman sebagai Wakil Ketua PN Subang sangat strategis dalam membantu Ketua PN melakukan sosialisasi.

Dalam kata sambutannya, ada hal menarik yang disampaikan Derman, yaitu soal kiprahnya sejak menjadi CPNS hingga menjabat Wakil Ketua PN Subang. Ia bercerita, sejak kecil tidak pernah berpikiran bisa menjadi hakim apalagi menjadi pimpinan pengadilan.

"Harapan saya bisa menjadi Sarjana Pertanian, mengingat orang tua sebagai petani kecil. Namun tidak diterima di perguruan tinggi negeri. Termasuk saat dorongan mengikuti seleksi Calon Tamtama PK TNI AD di Padang, Sumatera Barat kembali gagal," terangnya.

Akhirnya setelah dua kali mengikuti tes CPNS di Departemen Kehakiman Sumatera Utara, Derman diterima menjadi CPNS Golongan I B, di PTUN Medan. Ia saat itu menjadi tenaga satpam dan cleaning service dengan gaji 52 rupiah.

Atas dorongan Dr. Lintong O. Siahaan, SH.,M.H, Ketua PTUN Medan saat itu, Derman pun mendaftar Kuliah Mahusor alias Mahasiswa Hukum Sore di salah satu PTS di Medan. Setelah jadi sarjana Derman diterima jadi calon hakim.

Singkat cerita, pada bulan Januari 2002, ia dilantik menjadi Hakim di PN Padang Sidompuan. Kemudian April 2007 dipindah tugas ke PN Tarutung dan Juli 2010 dipindahtugaskan ke PN Jepara. Sementara di bulan Juli 2012 ia dipindah ke PN Lubuk Pakam. Bulan Agustus 2015 ia promosi menjadi Wakil Ketua di PN Balige selama 3 tahun hingga masuk ke Subang.

"Saya berterima kasih kepada Tuhan, kepada kedua orang tua, mertua, khususnya kepada istri dan kedua anak yang mendukung dan menyemangati saya setiap hari. Juga terima kasih kepada pimpinan Mahkamah Agung yang memberi kepercayaan atas promosi jabatan ini," ucapnya.

Sebagai hakim, Derman telah mengantongi Sertifikat Mediator, Sertifikat Hakim Anak dan Sertifikat Hakim Lingkungan Hidup. Bahkan ketika bertugas di PN Lubuk Pakam, ia memvonis seumur hidup 4 kurir ganja 4,2 ton ganja.

Ia juga menghukum 20 tahun penjara bagi terdakwa Retno Ardiansyah Alias Retno karena melakukan pembunuhan terhadap korban Ali Sajiman Alias Jono terkait masalah narkotika sabu. Hukuman 20 tahun penjara juga ia jatuhkan kepada Santi Magdalena Manurung karena melakukan penculikan dan pembunuhan anak balita bernama Shelo Alviano Nababan.

Di PN Balige, Derman menjadi Hakim Ketua yang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Dusun Simanullang karena membunuh pasutri yang sudah lanjut usia. Sebagai Ketua Majelis Hakim, ia membebaskan aktivis lingkungan hidup dan tanah adat di Sumatera Utara, Sanmas Sitorus (25/1/2016). Perkara itu cukup mendapat perhatian publik, karena Sanmas berhadapan dengan PT. Toba Pulp Lestari (Tbk).

Di PN Muara Bulian, Derman juga menjadi Hakim Ketua yang memvonis penjara seumur hidup Terosman Alias Mansur yang melakukan pembunuhan sadis disertai aksi kanibal terhadap majikannya Dasrullah, pengusaha sawit.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA