Fraksi Gerindra: Polemik Pasmo Limbangan Akan Lakukan Kajian Sebelum Usulkan Pansus

Daerah

Selasa, 5 November 2019 | 19:59 WIB

191105200334-fraks.jpg

Robi Taufik Akbar

KETUA Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Garut, Lulu Gandhi Nan Rajati, persoalan Pasar Modern (Pasmo) Limbangan, Kabupaten Garut yang sudah terkatung-katung selama enam tahun harus segera diselesaikan. Mengingat dalam pasar banyak masyarakat Garut yang nasibnya tidak menentu dan dihantui ketakutan.

"Saya kan di Komisi III, saat itu sudah langsung mengecek ke lapangan dan ketemu dengan para pedagang guna mengetahui sejauh mana persoalan itu terjadi," ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Dikatakan Lulu, Fraksi Gerindra tengah mengumpulkan data-data. Termasuk mengkaji sistem BOT pihak Pemkab Garut dengan pengembang PT Elva Primandiri. "Sebelum mengambil keputusan, kita kumpulkan dahulu data-data baik dari pedagang dan pengembang dan akan dilakukan pengkajian, apakah memang perlu dilakukan bentuk pansus pasar," katanya.

Ia juga mengetahui secara langsung nasib para pedagang yang selalu mendapatkan tekanan dari pihak pengembang. Terutama terkait angsuran kios.

"Saya juga heran kenapa proses angsuran kios tidak dilakukan dan bekerjasama dengan perbankan. Seharusnya pihak pengembang bekerja sama dengan perbankan agar lebih tertib,"

Lulu juga mengaku, pihaknya akan mengusulkan pada Ketua Komisi III DPRD Garut, untuk memanggil berbagai pihak dan mencocokan data-data, baik data yang dimiliki Disperindag, IWAPA dan pihak pengembang PT Elva Primandiri.

"Kita meminta proses validasi juga dilakukan oleh Dinas. Agar tidak ada permasalahan dilapangan. Sehingga tidak mendapatkan penolakan dari para pedagang," katanya.

Secara Fraksi, kata Lulu, Gerindra akan memperjuangkan apa yang menjadi hak pedagang. Namun hal tersebut harus dilihat sejauh mana data-data yang ada. Apakah data tersebut sudah memang benar valid atau tidak.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA