Lolos P3K, Guru Honorer di Garut Masih Harap-Harap Cemas

Daerah

Senin, 4 November 2019 | 13:08 WIB

191104130858-lolos.JPG

Robi Taufik Akbar

Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Garut, Cecep Kurniadi.

RATUSAN guru honorer yang sudah lolos rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2019, masih harap-harap cemas. Pasalnya, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut belum dikeluarkan.

Kecemasan para guru honorer semakin menjadi setelah adanya kuota CPNS bagi Garut yang dikeluarkan Menpan RB. "Jumlahnya sebanyak 225 orang yang sudah memenuhi pasinggrade. Jelas cemas karena SK belum turun dan sistem penggajian juga belum jelas," terang Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar), Cecep Kurniadi, Senin (4/11/2019).

Dikatakan Cecep, kecemasan para guru honorer yang sudah menyandang P3K terhadap adanya kuota CPNS bagi Kabupaten Garut sangat berasalan. Pasalnya, mereka takut tergeser dan tereliminasi dari status P3K.

"Memang pemerintah pusat juga belum mengeluarkan Perpres tentang P3K. Makanya mereka yang jumlahnya 225 orang mendesak Pemkab Garut untuk segera mengeluarkan SK dan pemerintah pusat segera mengeluarkan Perpres agar ada kejelasan soal status pegawainya," terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, jumlah keseluruhan yang sudah lolos menjadi P3K mencapai 1.000 orang. Namun dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Kabupaten Garut baru mampu mengakomodir sekitar 300 orang baik guru dan pegawai lainnya.

Ia mengaku, dengan adanya status P3K bagi guru honorer yang usianya lebih dari 35 tahun, sudah menjadi sebuah penghargaan dari pihak pemerintah. Hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasan baik terkait SK dan sistem penggajian.

"Hal tersebut memang sangat bertolak belakang dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Justru nasibnya terombang-ambing dengan tidak ada kejelasan ini," ucapnya.

Editor: Lucky M. Lukman



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA