Teten Masduki Jadi Menteri KUKM, Begini Kekhawatiran Keluarga

Daerah

Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:01 WIB

191023200503-teten.jpg

liputan6.com

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat pelantikan di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).

WARGA Garut patut berbangga hati dengan terpilihnya Teten Masduki menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju dibawah pimpinan Presiden Jokowi. Teten yang dulu dikenal sebagai aktivis anti korupsi merupakan warga Garut pituin dan hingga kini orang tuanya masih tinggal di Limbangan, Garut.

Kebanggaan dan kebahagiaan itu yang kini dirasakan pihak keluarga Teten di Garut. Namun dibalik rasa bangga dan bahagia, juga ada rasa khawatir dengan kedudukan yang disandang Teten saat ini yakni sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

"Keluarga besar kami tentu sangat bangga sekaligus bahagia karena Teten dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Kopersai dan UKM. Namun dibalik itu semua, terus terang ada kekhawatiran yang saya rasakan," komentar kakak kandung dari Teten Masduki, Apit Masduki (59) kepada wartawan "PR", Aep Hendy S, di sekretariat Garut Governance Watch (GGW), Perum Rama Cipta, Tarogong Kidul, Rabu (23/10/2019).

Diakui Apit, baik dirinya maupun anggota keluarga yang lain tadinya lebih berharap agar Teten tetap menduduki staf kepresidenan di istana sebagaimana jabatan sebelumnya. Namun ternyata pada kabinet pemerintahan Jokowi jilid II, Teten malah dipercaya menjadi menteri.

Apit menyebutkan, kekhawatiran yang dirasakannya karena Teten saat ini diangkat menjadi menteri cukup beralasan. Dengan posisinya seperti sekarang ini, Teten tentu akan mengelola anggaran yang tidak sedikit. Hal ini beda dengan saat ia masih sebagai staf kepresidenan yang tidak dipercaya untuk mengelola anggaran.

"Anggaran yang dikelolanya saat ini tidak sedikit dan inilah yang membuat kami khawatir dengan jabatan yang dipegang Tetem saat ini. Apalagi kita semua kan tahu background dia sebagai aktivis anti korupsi yakni sebagai pendiri ICW (Indonesia Corruption Watch)," papar Apit.

Diakui Apit, begitu tersebar berita Teten juga dipanggil oleh Presiden Jokowi bersama sejumlah nama lainnya sebagai calon menteri, banyak anggota keluarga yang menelepon kepada dirinya untuk menanyakan hal itu. Demikian pula halnya ketika nama Teten Masduki secara resmi disebutkan menjadi Menteri Koperasi dan UKM, banyak pula keluarga yang kembali mempertanyakan kebenarannya.

Selain banyak yang menyampaikan rasa bangganya, tutur Apit, tak sedikit pula anggota keluarga yang menyampaikan kekhawatirannya dengan kedudukan yang didapatkan Teten saat ini. Kekhawatiran itu sama persis dengan apa yang dirasakannya begitu mendengar informasi jika adiknya itu masuk dalam daftar calon menteri yang dipilih Jokowi.

"Saya sangat mengerti dengan kekhawatiran yang dirasakan anggota keluarga karena hal yang sama juga memang saya rasakan. Yang nama-namanya menteri pasti akan mengelola anggaran yang tak sedikit serta tanggung jawabnya sangat besar," katanya.

Ketika ditanya bagaimana reaksi sang ibu, Hj. Ena Hindasah ketika mengetahui anaknya dipercaya menjadi menteri oleh presiden, menurut Apit, tak ada reaksi berlebihan yang ditunjukannya. Apalagi diungkapkan Apit, saat ini usia ibunya sudah terbilang tua yakni sudah 84 tahun dan komunikasinya pun sudah agak susah.

Editor: Lucky M. Lukman



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA