Bulog Salurkan Beras BPNT Dengan Kualitas dan Kuantitas Baik

Daerah

Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:11 WIB

191023161234-bulog.jpg

Robi Taufik Akbar

KEPALA Gudang Bulog Garut, Suherman Taryana, hingga akhir bulan Oktober 2019 dipastikan penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mencapai 50 persen di distrubusikan oleh pihak Bulog. Yang mana para agen sudah melakukan Purchase Order (PO) yang diketahui oleh TKSK.

"Kita targetkan mencapai 50 persen. Walaupun itu belum seluruhnya di distribusikan melalui Bulog," ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Dikatakan Suherman, masih banyak agen yang belum melakukan PO pada Bulog Garut dalam penyaluran beras BPNT, terkendala balum maksimalnya sosilaisasi ke setiap Kecamatan dan Agen. Padahal, sudah jelas ada aturan yang sudah dikeluarkan oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI yang bekerjasama dengan Bulog dalam penyaluran beras BPNT.

"Untuk mengejar target itu, kita akan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, untuk gencar melakukan sosialisasi terhadap seluruh agen dan Kecamatan di Kabupaten Garut," katanya.

Namun kendati demikian, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya pemalsuan karung yang mirip yang dikeluarkan oleh Bulog Garut. Hal tersebut sudah terendus oleh kami. "Hati-hati, sudah banyak yang menggunakan karung beras yang sama dengan Bulog. Padahal itu bukan yang dikeluarkan oleh kami. Bulog tidak pernah memberikan pada suplier yang bukan ditunjuk oleh Bulog, maka jangan terkceoh," cetusnya.

Ia juga mengaku, dalam penyaluran beras BPNT akan tetap mengedepankan kualitas dan kuantitas produksi beras itu sendiri. Serta akan memberntas jaringan mafia beras yang akan merugikan masyarakat selaku penerima BPNT.

"Kita akan berantas mafia beras yang hanya mencari keuntungan saja. Bulog berkomitmen untuk memberikan kualitas dan kuantitas yang sangat baik," tegasnya.

Dalam penentuan suplier yang akan di tunjuk oleh pihak Bulog Garut, Suherman menuturkan, akan mengedepankan hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim pada seluruh mitra bulog yang mengajukan sebagai suplier. Yang mana verifikasi tersebut meliputi kualitas beras, kuantitas beras, gudang serta penggilingan padi dan gabah yang akan dijadikan beras.

"Kami lakukan verifikasi yang sangat ketat bagi mereka yang sudah mengajukan untuk menjadi mitra bulog," katanya.

Jika menemukan kualitas dan kuantitas yang buruk, Suherman meminta untuk segera melapor pada Bulog Garut. Yang kemudian nantinya akan dengan penarikan beras dan dilakukan penggantian.

"Saya tegaskan jika menemukan karung bulog dilapangan yang dikeluarkan oleh bukan mitra bulog serta tidak melakukan PO ke Bulog, agar untuk diamankan," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA