Santri Harus Mampu Bersaing di Era Industri Milenial

Daerah

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:32 WIB

191021193533-santr.jpg

Septian Danardi


MENJAWAB era industri milenial 4.0, santri harus bisa mandiri dan mengikuti perkembangan jaman. Seiring dengan kebutuhan itu sejumlah pesantren di Kota Tasikmalaya mulai mengembangkan teknologi dan informasi dengan dibangunnya Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi beserta program pelatihan berbasis komputer.

Wali Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman mengatakan, menindaklanjuti surat dari kementrian Ketenagakerjaan RI Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, BLK tersebut dapat melahirkan SDM yang berakhlak, berkarakter, dan kompeten.

Dikatakannya, BLK Komunitas ini untuk membekali karakter sekaligus membekali keterampilan kepada lulusan pesantren. BLK Komunitas merupakan salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses pelatihan kepada para santri juga kepada masyarakat. "Agar daya saing anak muda kita di pasar kerja semakin diperhitungkan, serta membekali keterampilan berwirausaha," katanya

Pembangunan BLK Komunitas di pesantren, lanjut Budi, diilhami oleh budaya pesantren itu sendiri. Santri pada zaman dulu, kata Budi, tidak hanya menimba ilmu kepada kiai saja. Santri juga membantu aktivitas lain kiai, seperti berkebun, bercocok tanam, ataupun berdagang. Sehingga, di samping mendapat ilmu agama, santri juga mendapat pengalaman berkebun, bercocok tanam, berdagang.

Dengan adanya program BLK Komunitas, diharapkan santri tak hanya belajar agama. Namun juga mendapat bekal keterampilan. Sehingga, ketika sudah lulus dari pesantren, mereka dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha.

Selain itu, BLK Komunitas juga bermanfaat membantu warga di sekitar pesantren yang membutuhkan keterampilan.

Menurutnya, program ini dapat membantu menciptakan SDM yang berakhlak dan terampil. "Semoga, BLK Komunitas ini dapat memberi dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi santri Ponpes Cilendek, namun juga masyarakat sekitar," katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatul Muta'alimin Cilendek, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq menyebutkan, pembangunan BLK Komunitas diharapkan bisa menjadikan santri lebih melek teknologi.

Dikatakannya, Petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah pembangunan gedung workshop dan peralatan pelatihan kerja BLK Komunitas tahun ajaran 2019.

Bantuan work shop, bantuan peralatan pelatihan dan bantuan program pelatihan selama dua tahun. Bantuan peralatan pelatihan dilaksanakan oleh Direktorat dan didistribusikan kepada lembaga penerima setelah pembangunan gedung selesai.

Untuk bantuan program pelatihan, lanjut KH Ate, satu paket program pelatihan dengan kompisisi 16 siswa, 1 instruktur adalah sebesar Rp 50 juta dengan lama pelatihan kurang lebih 1 bulan.

Di BLK komunitas Teknologi Informasi Pondok Pesantren Raudlatul Muta'alimin dengan kompetensi Computer Operator Assistance. Jadwal program pelatihan sendiri, angkatan ke 1 yakni mulai pelatihan pada 21 Oktober sampai 21 November 2019. Angakatan ke 2 pada 15 November sampai 15 Desember 2019. Sedangkan peserta pelatihan yaitu, 60% pesantren, 40% umum.

"Peserta yang dinyatakan lulus, diberikan sertifikat pelatihan. Selanjutnya akan diuji kompetensi oleh LSP dan BNSP, sehingga diharapkan lulusan terbaik bisa berkompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi," katanya.

Diharapkan, dengan diresmikannya BLK komunitas yang berjumlah kurang lebih 10 BLK Kota/Kabupaten Tasikmalaya, bisa memberikan sumbangsih terhadap pemerintah dan masyarakat untuk menjawab era industri milenial 4.0.

"Khususnya santri dengan kekuatan iman dan ikhlasnya untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat serta akhlak yang baik sebagai suri tauladan di masyarakat," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA