WO Jadi Peluang Bisnis di Kota Tasikmalaya

Daerah

Jumat, 18 Oktober 2019 | 18:22 WIB

191018182339-wo-ja.jpg

Septian Danardi

WEDDING Organizer (WO) yang mulai ramai di Kota Tasikmalaya bisa menjadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman, usai membuka Tasik Wedding Festival 2019 di Plaza Asia Kota Tasikmalaya, Jumat (18/10/2019) menuturkan, banyaknya WO menjawab kebutuhan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya terkait dengan pesta pernikahan. Karenanya hadirnya festival wedding di Tasikmalaya ini bisa menjadikan kiblat weddig di Priangan Timur. Inovasi dan kreatif menjadi tantangan untuk bisa meraih konsumen.

"Dalam festival ini masyarakat bisa bertemu langsung dengan para vendor, maupun WO dan bisa memilih langsung vendor disesuaikan dengan keuangan dan kemampuan," katanya.

Dikatakan Budi, tantangan ke depan bagi para pelaku usaha dibidang wedding ini harus terus membangun kolaborasi, karena tantangan bukan hanya pebisnis do Tasikmalaya saja, tapi dari semua wilayah di Priangan Timur bisa bersaing untuk meraih konsumen yang akan melaksanakan pernikahan di Tasikmalaya.

"WO dari Tasikmalaya juga bisa sudah bisa bersaing di Bandung dan Jakarta, itu harus terus dikembangkan dengan lebih kreatif dan inovatif lagi. Seperti salah satu artis di pesta pernikahannya pakai produk Tasikmalaya. Selama kita bisa kreatif inovasi kita bisa bersaing," katanya.

Budi mengingatkan, jangan sampai mengecewakan kepercayaan klien. Seperti yang terjadi di salah satu daerah yang menyelenggarakan pesta pernikahan, ternyata WO kabur.

Ketua Panitia Tasik Wedding Festival, Olivia Darmawan menyebutkan, festival ini merupakan yang ke empat kalinya. Dalam gelaran kali ini mengambil tema Tradisional For Millenial punya pesan peting dalam mengingatkan kembali kepada para calon pengantin untuk tetap memelihara adat budaya. Sebab, sekali dalam seumur hidup kita kembali menjungjung adat istiadat juga budaya di pesta pernikahan.

"Kita berperan mengangkat budaya, karena akarnya dari kita sebagai pelaku WO untuk membawa adat budaya kedalam paket pesta pernikahan para klien," katanya.

Sementara, milenial mengandung pesan yang jelas di era milenial tetap bisa memberikan nuansa tradisional. Meski para kaum milenial saat ini lebih cenderung menginginkan pesta pernikahannya yang modern tapi tetap bisa dikolaborasikan hingga tidak menghilangkan unsur tradisinya.

Saat ini, kata Olive, ada 26 vendor yang mengikuti festival, namun jika di total para pelaku wedding ada sekitar 50 vendor datang dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Berbagai vendor pernikahan dari mulai Dekorasi, Catering, Make up dan Kebaya , Foto dan Video, Percetakan Undangan dan Souvenir, Gedung sampai Wedding Organizer ikut festival yang digelar selama tiga hari.

"Selain itu, berbagai perlombaan di gelar diantaranya lomba Make Up, Fotographi Contest yang berhadiah jutaan rupiah dan lomba Selfie Couple Contest ada fashion show dan beragam perlombaan lainnya," katanya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA