Penetapan Tersangka Empat ASN, Kantor Diskannak Garut Langsung Sepi

Daerah

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:06 WIB

191016150846-penet.jpg

Robi Taufik Akbar


PASCA Kejaksaan Negeri Garut menetapkan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan sapi perah, kondisi kantor tersebut terlihat sepi.

Para ASN yang bertugas di sana langsung menutup informasi terkait ditetapkannya empat ASN menjadi tersangka. Pantauan galamedianews.com, Rabu (16/10/2019) mulai dari lobi sampai ruangan lainnya semua pegawai terlihat menghindar. Padahal kantor tersebut setiap hari kerap ramai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Diketahui empat ASN di Disnakan Kabupaten Garut dan satu penyedia barang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan sapi perah.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Deny Marincka Pratama, mengatakan, penetapan kelima tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan.

Menurut Deny, kelima orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka tersebut masing-masing adalah AS, YY, dan S sebagai Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), lalu DN sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta YS sebagai penyedia barang.

"Dari empat ASN yang jadi tersangka, satu orang sudah pensiun. Tapi saat melakukan tindak korupsi, satu ASN itu masih aktif bekerja," ujarnya, Rabu (16/10/2019).

Deny menyebutkan, korupsi yang dilakukan para tersangka bersumber dari APBN tahun 2015, dengan kerugian negara mencapai sekitar Rp 400 juta. "Seharusnya dari anggaran yang ada, mereka membeli sapi bunting. Tapi ada sebagian sapi tidak bunting dibeli," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA