Densus Geledah Kontrakan Terduga Teroris

Daerah

Minggu, 13 Oktober 2019 | 19:30 WIB

191013192752-densu.jpg

lintas bekasi

TIM Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah sebuah kontrakan yang ditinggali Nofal Agus Syahroni (26) di RT 02/04 Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu (13/10/2019). Penggeledahan diduga kuat terkait kasus penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Nofal merupakan terduga teroris yang lebih dulu menyerahkan diri di Bandar Lampung, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 7 pagi. Dalam pemeriksaan, Nofal diduga terlibat dan masuk kelompok Abu Zee dan Abu Rara di Bekasi. Seperti diketahui, nama terakhir merupakan pelaku penusukan Wiranto. Naufal pun diduga memiliki keterkaitan dengan ISIS.

Sementara itu, saat penggeledahan, Tim Densus 88 turut mengamankan seorang laki-laki bernama Husein (20) di sekitar kontrakan Nofal. Diduga, Husein merupakan adik dari Nofal.

Penggeledahan dilakukan sejumlah personel Densus 88 bersenjata lengkap dengan bantuan sejumlah anggota Kepolisian Resor Metro Bekasi. Disaksikan perwakilan warga sekitar, personel Densus 88 memeriksa setiap sudut kontrakan bercat biru tersebut. Lokasi itu terbilang padat penduduk dengan belasan kamar kontrakan yang berdiri berderet.

Berdasarkan laporan wartawan pikiran rakyat, Tommi Andryandy, dalam penggeledahan didapat sejumlah buku tentang ajaran jihad dan tauhid. TErdapat pul data tentang Khilafatul MUslimin serta buku tentang ISIS. Didapat pula perkakas rumah tangga semisal gunting, lakban hingga paku payung dan paku baja.

Berdasarkan informasi kepolisian, Nofal merupakan ustad dari Khilafatul Muslimin. Dia pun diduga berbaiat kepada Al Bgahdadi bersama dengan kelompok Abu Zee. Lebih dari itu, Nofal pun diketahui pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee.

Ojek Online
Kepala Polsek Tambun Komisaris Siswo membenarkan adanya penggeledahan di wilayah hukumnya. Berdasarkan keterangan warga, Nofal merupakan penghuni baru di Tambun. Dalam beberapa kesempatan, Nofal kerap bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Yang bersangkutan baru dua bulan tinggal di kontrakan ini. Mengakunya dari Jakarta namun kerjanya belum jelas apa. Kadang grab, kadang keluar pulang malam. Di sini tinggal bertiga dengan istri dan anaknya,” ucap dia.

Hanya saja, tidak dijelaskan di mana saat ini dan identitas istri dan anaknya tersebut. “Semua keterangan dibawa ke Mabes POlri oleh Densus 88. Kami sifatnya hanya membantu pengamanan. Keterangan lebih lanjut ada Densus 88,” ucap dia.

Sementara itu, ketua RT setempat, Ahmad Qurtubi mengaku tidak mengetahui pasti kepribadian Nofal dan keluarga. Selama dua bulan menetap, Nofal belum melaporkan data dirinya.

“Selama ini saya tidak tahu, karena (selama dua bulan tinggal) belum ada laporan. Pindahan dari mana juga enggak tahu. Kalau lihat kartu keluarganya dia dari Jakarta, yang mengontrak namanya Nofal. Tapi di KTP-nya dia kelahiran Bekasi Timur,” ucapnya.

Kesehariannya, lanjut Ahmad, tidak ada yang mencolok dari Nofal sekeluarga. Hanya saja, mereka tidak terlalu berbaur dengan warga sekitar. Beberapa tamu yang berkunjung ke kontrakannya pun menimbulkan kecurigaan warga.

“Kehidupannya biasa saja, tidak berbaur, dia hanya lewat-lewat saja, penampilannya kadang seperti ojek online. Untuk tamu, kami tidak tahu dia ini siapa, misalkan ada juga kami tidak terlalu memperhatikan, karena kami menganggap biasa saja,” ucap dia.

Sedangkan terkait penggeledahan, Ahmad mengakui di dalam kontrakan Nofal terdapat banyak buku keagamaan. Beberapa buku di antaranya pun berkaitan dengan jihad.

“Kalau keadaan di dalam kontrakan, biasa saja, cuma berantakan saja, ada barang-barang. Kalau yang diamankan saya tidak tahu persis. Tapi, saya lihat buku-buku bergambar ISIS gitu, tapi tidak tahu isinya apa,” ucapnya.

Atas penggeledahan tersebut, Ahmad mengakui membuat warga sekitar geger. “Karena memang tidak menyangka justru di lingkungan kita itu. Tapi ini jadi perhatian agar lebih waspada juga,” ucap dia.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA