Guru SLBN Subang Jadi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

Daerah

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:44 WIB

191010183526-guru-.jpeg

ist

GURU SLBN Subang, Adistyana Pitaloka berhasil meraih peringkat pertama pada ajang  Pemuda Pelopor tingkat nasional 2019di bidang pendidikan. Adistyana berhasil mengarumkan nama provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang.

Hal ini terungkap pada tembusan SK Penetapan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2019 tertanggal 7 Oktober setelah dilakukan final di Belleza Suites Jakarta tanggal 1-4 Oktober. “Betul kang, sudah dipastikan, guru kita,Adistyana terpilih di Tingkat Nasional,“ kata Kepala SLB Subang, Yadi Haryadi.

Lolosnya sebagai pemuda pelopor tingkat nasional tidak terlepas dari perjuangannya yang fokus mengajar dengan berbagai inovasi di SLBN Subang.”Jelas, bagi kami tentu prestasi Adistyana ini menjadi kebanggaan, karena bisa membawa nama baik Subang dan Jawa Barat,” ungkap Yadi.

Apalagi langkah yang diikutinya sejak dari seleksi tingkat kabupaten pada 5-7 Juli 2019 dan terus berlanjut ke tingkat propinsi dengan bidang pendidikan dan mengambil tema tentang pembelajaran seni budaya terhadap anak disabilitas.

Adistyana mengatakan, dari 103 orang peserta tingkat nasional hanya 51 orang yang dipanggil Jakarta untuk melaksanakan final Pemuda Pelopor pada 1 Oktober di Kemenpora. Kemudian dilakukan penjurian. Dia melakukan persentasi dihadapan para juri.

“Persentasi dilaksanakan secara tutup dengan 3 juri dan 3 pengawas dan 2 operator di dalam ruangan, “ujarnya.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi mengatakan, keberhasilan tersebut harus disyukur dan berikan apresiasi sehingga dengan dijadikannya seorang kader pemuda bisa menjadi pelopor dan kedepannya bisa menularkan bahwa anak-anak Subang mampu dan hebat untuk memberikan inovasi yang terbaik.

Dengan terobosan para pengajar  di SLB Negeri Subang, anak-anak tunanetra, tunarungu bahkan autis mampu memberikan tampilan menarik bagi masyarakat, melakukan gerakan-gerakan tarian yang baik  seperti layaknya orang normal. Inovasi tersebut sangat bagus dan diharapkan bisa ditiru dan dilakukan di SLB lainnya sehingga anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus mampu melakukannya seperti anak-anak normal.

“Karya anak-anak SLBN itu binaan Adis dan sering ditampilkan dalam berbagai event pemerintahan. Pokoknya kita akan support terhadap talenta dan inovasinya dari prestasi yang didapat oleh Adis. Kita juga harus memiliki sebuah kepedulian terhadap disabilitas karena dibalik kekurangan mereka punya kelebihan dan tidak kalah dengan yang normal,“ ucapnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA