Pemprov Jabar Harus Cabut Ijin Tambang PT MSS

Daerah

Rabu, 9 Oktober 2019 | 18:43 WIB

191009184635-pempr.jpg

merdeka

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat harus mencabut ijin tambang PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), pascaledakan tebing di lokasi pertambangan batu, di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (8/10/2019), yang menyebabkan sejumlah rumah warga tertima batu raksasa.

Demikian dikatakan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Dedi Mulyadi yang dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2019). Dikatakannya, ada tujuh rumah yang tertimpa batu raksasa, beruntung saat kejadian tidak ada warga yang sedang di dalam rumah sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Untung tidak warga yang sedang berada di dalam rumah. Itu kalau sampai ada, bisa banyak korban jiwa,” kata Dedi.

Dedi menyebut izin usaha pertambangan kini berada di tangan pemerintah provinsi. Meski begitu, rekomendasi dimulai sejak dari pemerintahan setempat yakni dari desa hingga kabupaten. Pola tersebut sesuai dengan aturan yang sudah dibakukan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas dua dokumen. Yakni, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Sementara izin usaha berada di tangan Provinsi Jawa Barat melalui leading sector terkait.

“Cabut saja semuanya, tidak perlu ada evaluasi. Lebih baik, tutup penambangannya,” ucap dia.

Selain itu Dedi menambahkan, bahwa peristiwa di Purwakarta harus menjadi cermin bagi Pempro Jabar. Hasil blusukannya sebagai ketua partai banyak menemukan fenomena tambang batu yang cenderung merusak lingkungan. Selain itu, lokasi pertambangan yang tidak strategis turut menyumbang gangguan mobilitas warga di Jawa Barat.

“Saya pernah berkeliling Garut dan menemukan lokasi tambang di pinggir jalan besar. Ini jelas mengganggu mobilitas warga disamping lingkungan menjadi rusak. Kalau dibiarkan, aspek mudhorot-nya lebih besar dari aspek manfaat. Hemat saya, lebih baik ditutup juga,” tuturnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta memberikan keterangan. Menurut Wahyu Wibisono selaku kepala dinas, jumlah korban terdampak hujan batu di Purwakarta sebanyak 215 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari 68 Kepala Keluarga.

Peristiwa tersebut diakibatkan oleh aktivitas blasting atau peledakan. Kegiatan itu dilakukan PT MSS pada Pukul 13.00 WIB, kemarin. Dari Hasil pengecekan di lapangan dan berdasarkan keterangan saksi, batu itu bergerak dari ketinggian 500 meter dari pemukiman warga.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA