Wabup Garut Serahkan 2.252 Kartu BPJS

Daerah

Senin, 7 Oktober 2019 | 14:48 WIB

191007143947-wabup.jpg

WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman, menyerahkan sebanyak 2.252 Kartu BPJS bagi masyarakat Kecamatan Kersamanah. Penyerahan dilakukan di halaman kantor Kecamatan Kersamanah, Garut Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Pemberian KIS dilakukan secara simbolis terhadap perwakilan masyarakat yang ada di enam desa. Yang mana saat membagikan orang nomor dua di Kabupaten Garut, mengingatkan akan pentingnya kartu BPJS pada seluruh masyarakat yang hadir.

"Pembagian KIS ini merupakan program penambahan masyarakat yang sudah memiliki BPJS. Hal ini sudah dilakukan verifikasi secara detail oleh pihak Pemerintah Kabupaten Garut. Yang mana nantinya masyarakat yan tidak mampu atau miskin sudah tidak lagi dikenakan biaya dalam melakukan pengobatan," ucapnya.

Helmi menuturkan, angka kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS 9,27 persen artinya hanya 250 ribu dari total jumlah penduduk 2.585 Juta kalau dibandingkan dengan yang mendapatkan kartu BPJS yang PBI itu sangat sedikit.

"Seharusnya jika di bandingkan dengan masyarakat yang telah menerima BPJS 1,3 juta, seharusnya itu sudah bisa mencover masyarakat miskin," katanya.

Kemudian kalau di bandingkan dengan BDT, lanjutnya, penerima BPJS sebanyak 1.048.000. Jika dilihat dari data itu sudah mencover masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Garut. Tetapi dilapangan, terus melakukan perbaikan-perbaikan karena ada masyarakat miskin yang belum tercover atau bisa jadi perubahan masyarakat dari miskin menjadi tidak miskin sangat cepat.

"Kita juga kerap menerima keluhan adanya double data penerima kartu BPJS dan KIS. Tentunya, hal tersebut sedang dilakukan perbaikan. Yang mana dirinya terus menghimbau kepada seluruh Kepala Desa untuk melakukan pengajuan berdasarkan hasil verifikasi yang up to date," cetusnya.

Helmi mengaku, dengan adanya program pemerintah pusat yang disinergikan dengan program Pemkab Garut, justru akan membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Yang mereka sudah tidak usah lagi membayar karena sudah menerima bantuan program BPJS dan KIS.

"Ya, memang kita kerap menerima keluhan banyaknya pasien yang menggunakan BPJS dan KIS selalu membeli obat di luar dengan alasan di Puskesmas atau RS kerap terjadi kekosongan. Seharusnya, tidak demikian apalagi sekarang Puskesmas dan RS sudah statusnya BLUD,"

Sementara, Rahmat (40), adanya pemberian kartu jaminan kesehatan, sangat membantu masyarakt khususnya seperti kami yang kurang mampu. "Sangat terbantu meringankan beban, saat kita akan berobat ke Puskesmas atau RS. Kalau masih harus bayar darimana penghasilan sebagai buruh tani hanya cukup untuk biaya hidup dan sekolah anak," katanya.

Rahmat mengaku, sangat berteriam kasih pada Pemerintah Kabupaten Garut, yang telah memperhatikan masyarakat kecil dalam pelayanan kesehatan. "Terimakasih pak Wakil Bupati Garut, tolong juga setiap puskesmas dan RS pelayanan kesehatannya di perbaiki lagi," singkatnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA