Pembunuh Sopir Taksi Online Diancam Hukuman Seumur Hidup

Daerah

Jumat, 4 Oktober 2019 | 18:47 WIB

191004183855-pembu.png

lampost.co

Ilustrasi.

TERDAKWA  JS alias Keling (33), dan DN alias Abang (33), dua pelaku pembunuhan terhadap Yudi alias Jablay (26), seorang sopir taxi online yang mayatnya ditemukan di dalam jurang di wilayah Kecamatan Cikajang pada awal 2019 lalu dituntut hukuman seumur hidup.   

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Dapot Dariarma, mengatakan tuntutan seumur hidup tersebut karena para pelaku dinilai sangat keji saat menghabisi nyawa korbannya. Sebelum memutuskan tuntutan, pihaknya pun telah berkonsultasi terlebih dahulu.

"Kami konsultasi ke Kejati dan Kejagung. Semuanya sependapat dengan tuntutan seumur hidup untuk kedua pelaku ini," ujarnya di Kantor Kejari Garut, Jalan Merdeka, Kabupaten Garut, Jumat (4/10/2019).

Dapot menyebutkan, selama ini aksi kekerasan kepada pengemudi kendaraan sewaan sudah banyak terjadi, termasuk yang hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. Atas alasan tersebut, pihaknya pun menilai perlu ada upaya untuk membuat jera para pelaku dengan menuntut hukuman seberat-beratnya.

Dapot pun berharap, tuntutan yang dibuat jaksa bisa diterima oleh majelis hakim di pengadilan.hukuman tersebut sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak sampai terulang lagi.

"Tapi nanti tergantung hakim vonisnya. Kalau kami berharap bisa seumur hidup," katanya.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, warga Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di sebuah jurang pada 30 Januari 2019 lalu. Belakangan diketahui jika mayat tersebut bernama Yudi warga Bandung yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir mobil rental dan taksi online.

Pihak kepolisian sendiri baru menerima laporan keesokan harinya pada 31 Januari 2019 setelah jasad korban ditemukan warga. Setelah dilakukan penyelidian, akhirnya polisi berhasil menangkap dua pelaku, yaitu JS alias Keling (33), dan DN alias Abang (33) yang keduanya juga merupakan warga Bandung.

Aksi pembunuhan terhadap korban bermula saat kedua pelaku yang mengaku terlilit utang  itu sengaja memesan mobil rental yang dicari di internet. Setelah mendapatkan mobil rental dengan sopirnya, DN dan JS pun kemudian meminta untuk diantar ke Garut, ke rumah saudara JS di kawasan Kecamatan Sukaresmi.

Namun meski sudah sampai di Sukaresmi, JS tidak turun, dan mobil pun terus melaju. Saat berada di tempat sepi, JS dan DN malah berusaha merampas mobil korban. Korban dibunuh secara keji dengan cara dicekik dan dipukul menggunakan kampak. Tubuh korban juga digilas menggunakan mobil. Setelah dipastikan meninggal dunia, selanjutnya jasad korban dibuang ke jurang di wilayah Cikandang Cikajang.

Polisi berhasil menciduk DN di daerah Bandung. Sedangkan JS ditangkap di dalam bus umum di sekitar Pelabuhan Gilimanuk Bali saat mencoba untuk melarikan diri. Atas perbuatan yang telah dilakukannya, pihak kepolisian menjerat kedua pelaku dengan pasal pembunuhan berencana. Pasalnya ditemukan bukti adanya senjata tajam yang sengaja dibawa para pelaku yang diduga untuk menghabisi korbannya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA