Menulis untuk Garut Berhadiah Rp 65 Juta

Daerah

Jumat, 20 September 2019 | 19:27 WIB

190920192903-menul.jpg

MAMPUKAH potensi Garut disandingkan dengan Swiss, sebuah kota destinasi wisata yang paling diminati di dunia? Ini sebuah tantangan besar yang mau tidak mau harus dijawab oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Pro kontra muncul dalam merespon pertanyaan ini. Namun tidak ada yang tak mungkin. Bisa saja kita berhasil mencapainya, asalkan ada strategi akselerasi untuk menjawab tantangan itu.

Salah satu cara akselerasi untuk menjawabnya adalah menciptakan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan kolaborasi, berbagai rintangan bisa dicarikan solusinya bersama. Termasuk memajukan pengembangan potensi wisata dan sumber daya manusianya.

Isu kurangnya anggaran dan banyaknya pekerjaan pemerintah daerah lantas tidak menjadi penghalang untuk melakukan pembangunan daerah. Sebab pemerintah dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk berbagi peran dalam mencapai tujuan.

Hal itu pula yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut, berkolaborasi dengan Bitread Publishing dan pihak lainnya untuk mempromosikan Garut melalui sebuah ajang kompetisi menulis Writingthon Jelajah Kota Garut.

Anita Khairunnisa, founder dan CEO dari Bitread Publishing, mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan Garut dalam delapan tema tulisan atau konten, yaitu seni, budaya, wisata, kuliner, sejarah, potensi ekonomi, bisnis, dan gaya hidup.

Menurut Anita, Writingthon merupakan kependekan dari Writing Marathon, didesain khusus oleh Bitread Publishing. Writingthon adalah sebuah karantina menulis buku dan membuat konten yang diawali dengan kompetisi menulis untuk menyaring pemenang.

"Pada Writingthon Jelajah Kota Garut ini, ada dua puluh lima pemenang yang akan dipilih dan menjalani karantina di Kampung Sumber Alam Garut selama tiga hari dua malam. Beragam tantangan menulis akan diberikan ketika karantina. Sebelum Garut, Writington sendiri telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali di berbagai lokasi dan isu," ujarnya, Jumat (20/9/2019).

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebutkan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan yang diprakarsai Bitread Publishing tersebut. Diakui Helmi,
saat ini Garut sedang bekerja keras untuk mengembangkan daerah. Ia menyebut, Wisata dan Agrobisnis menjadi dua aspek diantara beragam aspek yang menjadi keunggulan Garut.

"Tetapi di luar dari itu, banyak tempat menarik yang perlu dieksplorasi lebih jauh. Banyak cerita bagus yang perlu diangkat untuk membuat orang menjadi jatuh cinta kepada Garut. Writingthon akan menjadi program yang dapat membantu harapan-harapan itu," ucapnya.

Khusus untuk Jawa Barat, Kabupaten Garut akan menjadi daerah pertama yang menjadi lokasi writingthon. Selanjutkan akan dipilih kota atau kabupaten lainnya yang akan dieksplor lebih jauh dan menarik melalui writington.

Dan tentunya ini akan menjadi kesempatan untuk mengungkapkan cerita yang dapat membangun Garut. Misalnya saja cerita tentang keseimbangan alam yang diilustrasikan sebagai para penjaga air yang disampaikan oleh Rahmat Syukur Maskawan, pemilik dari Hotel Kampung Sumber Alam Cipanas-Garut. Sebagai sebuah penginapan favorit yang berada di kawasan Cipanas Garut. Sumber Alam menerapkan hal-hal yang baik demi menjaga keberlangsungan wisata di Garut.

Kegiatan ini harus mampu menjadi sarana bagi warga Garut untuk berkontribusi dalam sebuah kolaborasi besar membangun daerahnya. Bagi masyarakat Indonesia secara umum, dapat menjadi upaya untuk menceritakan tentang Indonesia dan mencipatakan kebanggan.

Kompetisi ini sendiri akan dimulai pada tanggal 24 September 2019. Untuk memperebutkan total hadiah 65 juta, para peserta dapat mendaftarkan dan membaca ketentuan lebih jelasnya di bit.ly/WRITINGTHON. Hasil dari kegiatan ini akan diterbitkan menjadi buku dan dirilis di berbagai media. Peserta kegiatan ini terbuka untuk umum dari seluruh Indonesia. Tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti kegiatan ini.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA