Menderita Hydrocephalus dan Ikahatiosis, Dua Anak Ini Butuh Biaya

Daerah

Jumat, 20 September 2019 | 18:50 WIB

190920185136-mende.jpg

Robi Taufik Akbar

RESTI (9), warga Kampung Cibuntu, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut, menderita penyakit Hydrocephalus sejak usia 5 bulan. Sampai saat ini kepalanya sudah semakin membesar, sehingga kondisi putra pasangan almarhum Encang dan Isah ini, sudah sangat memperhatikan.

Sementara di tempat terpisah, Muhamad Rivan Sopian (2), warga Kampung Cicapar Pasir, Desa Sukahurip, Pangatikan, anak pasangan dari Mahmud dan Sopiah mengalami penyakit kulit serius, yakni Ikahatiosis.

Orangtua Muhammad Rivan, Mahmud mengatakan, selama ini belum ada pelayanan kesehatan yang langsung melihat ke rumah. Apalagi untuk membawa berobat untuk kebutuhan saja sangat tidak cukup.

"Saya sangat terbantu adanya anggota DPRD Garut yang sangat peduli memperhatikan nasib kami," ujarnya, Jum'at (20/9/2019).

Dikatakan Mahmud, sejak usia masih beberapa bulan penyakit kulit sudah diderita oleh anaknya tersebut. Bahkan, sudah merasa lelah untuk membawa berobat ke Puskesmas yang jaraknya sangat jauh.

"Sangat jauh, termasuk tidak memiliki biaya untuk bisa mengobati anak saya," ucapnya.

Sementara Isah, orang tua Resti, sudah lebih dari empat tahun anaknya menderita penyakit kepala membesar. Bahkan, selama itu untuk bisa mengobati ankanya mengandalkan upah dari buruh.

"Ya, kalau ada uang bari bisa berobat, itu juga kalau ada yang menyuruh bekerja," ucapnya.

Isah mengaku sangat sedih dengan melihat penderitaan anakanya yang makin hari kepalanya terus membesar. "Saya sudah tidak tahan melihat kondisi anak saya, ingin segera ditangani serius," ujarnya.

Isah juga menambahkan, untuk bisa menyembuhkan anaknya yang menderita penyakit di kepala membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi menurut kabar, kalau anaknya tersebut harus menjalani operasi untuk membuang cairannya.

"Bingung biaya darimana untuk bisa menyembuhkan penyakit, sedangkan jangankan untuk biaya pengobatan untuk kebutuhan makan saja tidak cukup.

Isah dan Mahmudm berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk bisa meringankan beban termasuk mengobati anaknya yang kondisinya terus memburuk.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA