Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terseret Ombak di Pantai Sancang

Daerah

Rabu, 18 September 2019 | 13:04 WIB

190918130549-tim-s.jpg

Agus Somantri

Korban tenggelam di Pantai Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut di evakuasi Tim SAR Gabungan usai ditemukan pada hari ketiga pencarian, Rabu (18/9/2019).

KORBAN tenggelam terseret ombak di Pantai Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, atas nama Gungun (26), warga Desa Cukang Jambe, Kecamatan Cibalong berhasil ditemukan tim SAR Gabungan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Rudi S.E, mengatakan, korban ditemukan pada hari ketiga pencarian di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 07.15 WIB tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka," ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Menurut Rudi, dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR oleh seluruh unsur di lapangan dinyatakan di tutup. Adapun unsur yang terlibat diantaranya yaitu Tagana Garut, aparat Desa Cukang Jambe, Kecamatan Cibalong, dan masyarakat setempat.

Rudy menyebutkan, dalam rencana operasi hari ketiga, Tim dibagi menjadi dua tim dengan melakukan metode penyisiran di air dan di darat.

SRU 1 Penyisiran air menggunakan 1 unit perahu nelayan dari Loaksi kejadian ke arah barat sejauh 3 Km, dan SRU 2 Penyisiran darat dari LKK ke arah barat sejauh 2 Km.

"Dengan alut yang digunakan yaitu, 1 unit LCR Basarnas, 1 unit perahu nelayan, 1 unit Binocular dan 1 set Peralatan komunikasi," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu orang dikabarkan tenggelam di Pantai Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut pada Senin (16/9/2019).

Korban yang diketahui atas nama Gungun (26), warga warga Desa Cukang Jambe, Kecamatan Cibalong tersebut terseret omnak saat tengah memancing di sekitar kawasan Pantai Sancang.

"Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Kami menerima informasi pada pukul 17.35 WIB dari warga sekitar atas nama Jajang," ucap Rudi.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA