Petani di Garut Segel Reaktivasi Rel KA Milik PT KAI

Daerah

Selasa, 17 September 2019 | 18:48 WIB

190917185008-petan.jpg

Robi Taufik Akbar

TIDAK didengar tuntutannya oleh PT KAI melalui Daop II Bandung terkait konpensasi, para petani yang berada di Kampung Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggelar aksi unjukrasa dengan menyegel jalur perlintasan yang tengah dikerjakan oleh para pekerja dalam proyek reaktivasi PT. KAI, Selasa (17/9/2019).

Aksi unjukrasa tersebut berlangsung di sepanjang jalur perlintasan Kereta Api yang berada di Kampung Sukamulya. Mereka menuntut PT. KA PM selaku rekanan dari perusahaan kereta api milik negara, kembali membangun saluran talang air (sipon) guna mengairi puluhan hektar sawah milik warga.

Warga Desa Sukamulya, Ganjar, mengatakan masyarakat meminta agar jadwal pemasangan sifon baru di blok Bojong minta secara tertulis juga realisasi kompensasi kepada warga Tani penggarap yang terkena dampak reaktivasi rel kereta api PT KAI.

“Perjanjian pemasangan sifon jangan secara lisan, kita minta secara tertulis,” ungkapnya.

Menurutnya, takhanya itu saja pihaknya meminta kompensasi yang di janjikan segera d bayarkan , serta saluran air untuk pengairan blok citra yang ditutup total diminta di buka/ diaktipkan kembali, pasalnya 100% petani tidak bisa bertani.

Dikatakannya, saat ini Sifon yang janji akan di tambah dengan yang baru tak terealisasi dan Kompensasi yang di janjikan pada warga tani penggarap tidak ada kabar beritanya.

Sementara warga lainnya, Eem, meminta para pihak berwenang segera mengabulkan tuntutan warga. Menurutnya, fungsi saluran air yang rusak terdampak proyek PT KAI. Keberadaan saluran air ini sangat vital bagi petani padi di dua lokasi, Blok Citra dan Bojong.

“Di dua lokasi yang sekarang ini lagi ada proyek reaktivasi rel KA, itu ada puluhan hektare sawah milik warga yang sangat bergantung kepada keberadaan talang sipon yang hingga kini belum diperbaiki,” katanya.

Sambil menunggu kejelasan dari pihak terkait, para petani memasang blokade di dua titik. Rencananya, pagar penghadang tersebut tidak akan dibuka sampai adanya kesepakatan dikabulkanya permintaan para petani.

Di lokasi unjuk rasa, para petani hanya menemui sejumlah pekerja. Para petinggi PT. KA PM dikabarkan tengah berada di luar. Namun demikian, menurut pengawas proyek, pejabat perusahaan dijadwalkan akan menemui para petani sore nanti di balai desa.



Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA