Bupati Sumedang Lakukan Akselerasi Relokasi SDN Cijolang

Daerah

Selasa, 17 September 2019 | 15:32 WIB

190917153329-bupat.jpg

Ade Hadeli

KEGIATAN belajar mengajar di SDN Cijolang Desa Margaluyu Kec.Tanjungsari Kab.Sumedang, harus secepatnya direlokasi ke tempat yang aman. Sebab gedung sekolah tersebut yang sudah terkepung pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) dan dinilai sudah tidak layak lagi karena mengancam keselamatan siswa dan guru yang mengajar di tempat itu.

"Saya sudah tegaskan ke pihak Satker Tol Cisumdawu untuk bertanggung jawab, dengan melaksanakan akselerasi pembangunan gedung sekolah tersebut di lokasi yang sudah disepakati," kata Bupati Sumedang, H.Dony Ahmad Munir, saat menggelar jumpa pers di Media Center Gedung Induk Pusat Pemerintah Kab. Sumedang, Selasa (17/9/2019).

Sebagai komitmenya, Pemerintah Kab. Sumedang hari ini telah melakukan akad pelepasan hak atas empat bidang tanah yang sudah disepakati untuk relokasi gedung sekolah tersebut, dengan luas sekitar 1500m2. Sedangkan anggaran yang disediakan untuk pelepasan hak tersebut bersumber dari APBD Sumedang sebesar Rp 800 juta.

Setelah dilaksanakan pelepasan tanah, dia mendorong pihak Satker Tol Cisumdawu, untuk segera membangun sekolah tersebut. "Tempat relokasi itu, hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi gedung sekolah yang sekarang. Pemilihan lokasi itu, tentunya merupakan hasil kesepakatan Komite Sekolah dan orang tua siswa. Saya targetkan untuk membangun unit sekolah baru (USB) harus rampung dalam tiga bulan, setelah dilaksanakan pelepasan hak," tandasnya.

Untuk sementara, selama pembangunan sekolah baru dikerjakan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menumpang di sekolah terdekat.

Sementara itu, terkait tuntutan transport yang diusulkan orang tua siswa, sedang dikomunikasikan dengan pihak Satker. "Ada tuntutan dari orang tua seperti itu. Karena menurut mereka, sekolah sementara itu lokasinya cukup jauh, sehingga butuh biaya transportasi. Itu juga sedang kita bicarakan dengan pihak Satker. Dan yang terpenting untuk saat ini bagaimana menyelamatkan jiwa anak-anak, sebelum menyesal kemudian," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA