2.760 Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan di Garut Dilanda Kekeringan

Daerah

Selasa, 17 September 2019 | 15:22 WIB

190917152104-2-760.jpg

dok

SEBAGIAN besar daerah itu mulai darurat kemarau yang menyebabkan lahan produktif pertanian mengering dan warga kesulitan air sehingga perlu upaya untuk mengatasi kondisi darurat tersebut.

"Kemarau di daerah kita ini sudah mulai darurat, banyak lahan pertanian yang sudah mulai retak-retak," kata Bupati Garut, Rudy Gunawan usai melaksanakan shalat "istisqa" dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar turun hujan di Lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, musim kemarau 2019 sudah berlangsung lama melanda wilayah Garut yang berdampak areal pertanian warga, terutama yang jauh dari irigasi sudah kekeringan.

Darurat kekeringan akibat musim kemarau tersebut hampir terjadi di setiap kecamatan di Garut yang selama ini lahan pertanian tidak lagi produktif dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

"Lahan pertanian sudah banyak yang tidak produktif karena sudah berbulan-bulan tidak teraliri air," katanya seperti dilansirkan Antaranews.

Dampak kemarau tersebut menjadikan wilayah Garut bagian utara dan selatan siaga bencana kekeringan. "Kita sudah menyatakan siaga bencana kekeringan," katanya.

Pemkab Garut, telah melakukan upaya mengatasi bencana kekeringan dengan mendistribusikan air kepada masyarakat yang daerahnya sulit mendapatkan air bersih. "Menghadapi kemarau yang panjang ini kami menyiapkan langkah-langkah salah satunya menyediakan air minum," demikian Rudy Gunawan.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut mencatat seluas 2.760 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Garut dilanda kekeringan, dan 5.600 hektare lahan terancam kekeringan tersebar di wilayah Garut.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA