Ditangkap Polisi, Kader PAN Garut Ini Dipecat dari Keanggotaan

Daerah

Senin, 16 September 2019 | 16:05 WIB

190916155351-ditan.jpg

SETELAH ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan jual beli proyek, IY mantan anggota DPRD Garut periode 2019-2024 dicoret jadi anggota kades Partai Amanat Nasional (PAN).

"Ya, kalau sudah tersandung kasus hukum secara otomatis yang bersangkutan tidak lagi sebagai kader partai PAN. Hal itu, tertuang dalam AD/ART partai," Sekretaris DPD PAN Garut, Ade Suryana, yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (16/9/2019).

Ade menuturkan, IY tercatat sebagai kader partai PAN saat hendak mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) Kabupaten Garut pada tahun 2014 lalu. Namun yang bersangkutan tidak masuk dalam jajaran kepengurusan DPD PAN Garut, walaupun menjabat sebagai anggota DPRD Garut.

"Memang ia mengawali karir politik dan menjadi anggota DPRD Garut melalui PAN. Tetapi kendati demikian yang bersangkutan tidak masuk dalam jajaran pengurus sekalipun menjadi anggota DPRD," katanya.

Selama menjadi anggota DPRD, IY tidak terbuka dalam komunikasi termasuk kasus yang sekarang tengah di hadapinya. "Ya, memang selama ini komunikasi sangat tertutup. DPD PAN tidak pernah mengetahui kalau IY terlibat dalam kasus dugaan penipuan," akunya.

Diberitakan sebelumnya, IY ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Garut dengan tuduhan terlibat jual beli proyek yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov). untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia mendekam di ruang tahanan Mapolres Garut.

Kepala Saatuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, penangkapan mantan anggota DPRD Garut itu berawal dari adanya laporan korban yang merasa tertipu dengan nilai kerugian sebesar Rp 436 juta. Kejadian yang menimpa korban pada tahun 2018 lalu.

"Akibat perbuatan tersangka IY, korban mengalami kerugian mencapai Rp 436 juta," ujarnya.

Dikatakan Maradona, tersangka IY menjanjikan pada korban untuk mengerjakan proyek yang bersumber dari anggaran bantuan provinsi sebanyak tiga proyek dengan nominal proyek sebesar Rp 1 miliar.

"IY pada tahun 2018 menjanjikan proyek pada korban. Dalam pemberian uang korban melakukan secara bertahap sampai berjumlah Rp 436 juta," katanya.

Namun setelah menunggu sekian lama, jelas Maradona, proyek yang dijanjikan IY tidak ada dalam draf bantuan provinsi. Bahkan, IY sempat berjanji akan mengganti tetapi tidak kunjung ditepati.

"Korban akhirnya melaporkan akibat kerugian tersebut pada kita," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA