Ditagih Utang, Pemuda di Garut Bakar Nenek Iyah

Daerah

Senin, 16 September 2019 | 15:07 WIB

190916150826-ditag.jpg

fajar.co.id

Ilustrasi.

SEORANG pemuda yang diduga nekad membakar seorang nenek di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena kesal terhadap korban yang terus-terusan menagih utang sebesar Rp 15 ribu.

"Motifnya pengakuan dari tersangka ini karena ditagih utang Rp 15 ribu oleh korban," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Senin (16/9/2019).

Tersangka inisial AA (22) ditangkap ketika hendak melarikan diri, Minggu (15/9/2019) kemudian petugas menembak bagian kakinya karena berusaha melawan petugas.

"Karena ada perlawanan kita lakukan tindakan terukur," katanya seperti dilansirkan Antaranews.

Ia mengungkapkan, aksi tersangka membunuh seorang nenek bernama Iyah (60) warga Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Garut, sudah direncanakan sebelumnya, Sabtu (14/09).

Pengakuan tersangka, kata Budi, karena korban menagih utang kepada ibu pelaku sebesar Rp 15 ribu, kemudian pelaku tidak terima perbuatan korban yang menagih utang kepada ibunya.

"Mungkin karena ada bahasa yang tidak enak, lalu anaknya tidak terima dan membunuh korban," katanya.

Kapolres mengungkapkan, korban yang menagih utang itu terjadi pada dua pekan sebelum kejadian pembunuhan.

Pelaku,  melakukan rencana untuk membunuh korban dengan cara melukai korban dengan  golok, setelah diketahui tidak bergerak, korban dibawa ke gubuk lalu dibakar.

"Jadi korban diketahui tidak bergerak, setelah itu dibawa ke gubuk lalu dibakar," katanya.

Akibat perbuatannya itu pelaku ditahan di Markas Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut, berikut mengamankan barang bukti berupa golok, sepatu boot, celana, kaos dan korek api gas yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Tersangka dijerat Pasal 340 dan 338 KUH Pidana dengan ancaman kurungan maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan paling lama 15 tahun penjara.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA