Sudah Sepekan Si Melon Langka, Begini Reaksi Kadiskop UKM Dagrin Sumedang

Daerah

Senin, 16 September 2019 | 11:10 WIB

190916111056-sudah.jpg

KEPALA Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (Kadiskop UKM Dagrin) Kabupaten Sumedang, Wowo Sutisna, seolah tak ambil pusing dengan kelangkaan gas 3kg.

Padahal kelangkaan Si Melon sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Bahkan di wilayah perkotaan, kalau pun barangnya ada, harga di tingkat pengecer melambung di kisaran Rp.25.000-28.000/tabung, jauh di atas HET (harga eceran tertinggi) Rp. 16.500/tabung.

Ketika ditanya soal itu, Wowo mewanti-wanti agar masalah kelangkaan si melon itu jangan sampai di dengar Bupat Sumedang, H. Dony Ahmad Munir. "Jangan dululah nyampai ke Bupati. Kasihan Bupati jika harus mengurusin kelangkaan gas," ujar Wowo di Pelataran Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang, Senin (16/9/2019).

Selain itu, Wowo juga tidak mau dipusingkan soal kesemerawutan pendistribusian barang bersubsidi itu, mulai dari tingkat agen, pangkalan hingga pengecer. Apalagi menurutnya, kalaupun sudah terbentuk tim pengendalian, pemberian sanksi terhadap agen dan pangkalan yang melanggar aturan, menjadi wewenang Pertamina. "Tim sifatnya hanya menyampaikan laporan saja," ujarnya.

Karena itu, dia pun minta masalah tersebut tidak dibesar-besarkan. Sebab, katanya, kalaulah dia mau, bisa menghentikan pasokan si melon. "Peruntukan gas 3kg itu, aturanya kan, sudah jelas. Yakni untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro. Di luar kebijakan itu harus menggunakan gas nonsubsidi. Sehingga sesuai kuota yang ada, semestinya gas 3kg bisa cukup. Jadi enggak usah diributkan. Karena kalaulah saya mau, bisa untuk mengusulkan penghentian pasokan gas 3kg," tandasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA