Musik Cadas di Acara Tasyakur Ponpes Raudhatul Hasanah

Daerah

Minggu, 8 September 2019 | 22:08 WIB

190908220918-musik.jpg

Dally Kardilan

MALAM tasyakuran Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah ke 19 yang berlokasi di belakang Mapolres Subang, sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam1441 H tampak berbeda karena mengundang tampil grup band metal, underground Subang.

Para pemainnya tak menyangka bakal masuk dan menghibur santri, jamaah serta undangan tokoh agama dan lainnya. Pemain band sendiri terkejut sekaligus senang karena memang sudah hijrah, kalau dulu mengenal miras belakangan hanya kopi.

K,H.Abdul Mukmin pemilik sekaligus pimpinan Pondok pesantren Raudlatun Hasanah mengatakan, kegiatan Tahun Baru islam itu bukan hanya kegiatan kerohanian saja melainkan untuk Mempersatukan seluruh elemen dari anak punk Underground. Pencak silat dan musik musik tradisional lainnya.

"Kami tidak melihat perbedaan tapi kami melihat ada persamaan di dalamnya ini adalah demi agama demi negara juga ada di masyarakat NKRI tidak akan ada bila tidak ada santri dan Pesantren ini adalah cikal bakal dari pada NKRI," ujarnya

Untuk ini diminta seluruh pejabat yang ada di negara ini termasuk presiden terpilih Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin memperhatikan pesantren. Sebab jumlahnya se-Indonesiaada 129.000 pesantren yang ada di Indonesia dan terdaftar di Kemenag pusat malah jutaan pesantren.

Selain musik cadas, yang mendominir atraksi dari berbagai paguron dibawah naungan IPSI. Danyonif 312 Letnan kolonel Dedy Ariyanto didampingi Kemenag Kabupaten Subang H ,Abdurohim dan Ketua IPSI Subang Hj.Ellys Langi menerima kenang kenangan sebilah golok dari Kya Maung sebutan akrab, KH Abdullah Mu'min.

Ratusan santri dan orangtua, simpatisan serta beberapa pondok pesantren pun Minggu pagi melakukan pawai taarup mengelilingi pusat kota serta meresmikan masjid di lingkungan pesantren dan tabligh akbar.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA