Hama Ulat dan Cuaca Buruk, Turunkan Hasil Panen Petani Garut

Daerah

Minggu, 8 September 2019 | 15:43 WIB

190908153158-hama-.jpg

Robi Taufik Akbar

SETELAH mendapatkan serangan hama ulat serta faktor cuaca yang buruk, petani yang berada di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, mengeluh pada Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman yang melihat secara langsung ke lahan pertanian yang sedang di garap oleh petani.

"Kami sudah mendapatkan informasi adanya serangan ulat pada tanaman padi milik para petani. Bahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Garut sudah langsung melakukan pengecekan ke setiap lahan pertanian. Memang tadi ada yang mengeluh terjadinya penurunan hasil panen," ujarnya, pada wartawan saat ditemui di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Minggu (8/9/2019).

Dikatakan Helmi, selain memberikan pestisida nabati pada tanaman padi, Dinas Pertanian juga terus melakukan penyuluhan pada setiap petani yang sedang bercocok tanam. Yang mana dalam mengatasi hama ulat bisa saja di lakukan secara alami. Yang mana bisa menggunakan bebek dengan menebar di lahan pertanian.

"Memang saat ini hasil panen mengalami penurunan yang sangat pantastis mencapai 30 persen dibandingkan masa pananen sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari hasil panen para petanai yang biasanya mencapai 1 ton, kini hanya bisa mencapai 5 kwintal," ucapnya.

Akibat penurunan ini, kata Helmi, petani merugi lantaran hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Misalkan saja sebanyak 15 hektar total tanaman padi di Kampung Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul Garut, mengalami penurunan produksi pada musim panen terakhir 2019 ini.

" Penurunan produksi padi juga bervariasi, antara 10 persen hingga 30 persen. Anomali cuaca yang kian ekstrem menjadi faktor utama penurunan produksi padi, selain intensitas serangan organisme pengganggu tanaman. Seperti tikus, dan wereng batang coklat," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA