Mantan Isteri Ingin Datang ke Pemakaman Raya

Daerah

Sabtu, 7 September 2019 | 16:46 WIB

190907164909-manta.jpg

Agus Somantri

-Jenazah A alias Raya saat hendak dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sirnajaya, yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya, Sabtu, (7/9/2019).

KABAR meninggalnya A alias Raya (31), salah satu tersangka video 'Vina Garut' sudah sampai ke telinga V (19), mantan isterinya yang juga sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pengacara V, Budi Rahadian SH, mengatakan, kabar duka tersebut disampaikan oleh ibu V. Menurut Budi, V yang saat ini menjadi tahanan titipan di Rutan Garut merasa bersedih atas meninggalnya mantan suaminya itu.  

"Sebenarnya V ingin datang ke pemakaman Raya. Namun keinginan itu tak terlaksana karena V masih ditahan," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019).

Selain kondisinya yang tengah berada di dalam Rutan, lanjut Budi, keinginan V untuk datang ke pamakaman Raya harus ada izin dari penyidik.

"Inginnya datang ke pemakaman. Tapi kan harus ada izin dulu dari penyidik ," ucapnya.

Menurut Budi, jika penyidik mengijinkan, maka kliennya (V) akan melayat ke keluarga sekaligus datang ke makam mantan suaminya tersebut. Namun demikian diakui Budi, pihaknya belum memastikan pengajuan izin karena masih menunggu keputusan dari keluarga.

"Inginnya bisa melayat ke sana, tapi masih nunggu pihak keluarga, didiskusikan dulu. Saya juga akan konsultasi dengan penyidik bagaimana-bagaimananya," katanya.   

Saat ini jenazah Raya sendiri sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Sirnajaya yang lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya di Komplek Perumahan Al-Kautsar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.   

Pemakaman dilakukan sekitar pukul 12.40 WIB dengan dihadiri sejumlah tetangga dan pihak keluarga almarhum. Sebelum dimakamkan, terlebih dahulu jenazah Raya dimandikan dan di salatkan di mesjid yang berada di Komplek Perumahan tempat ia tinggal.

Baru Tinggal Dua Bulan
Sementara itu, Ketua Rukun Warga (RW) 015, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Anwar Yunus, menuturkan bahwa A alias Raya baru tinggal sekitar dua bulan di Perumahan Al-Kautsar, tepatnya di RT 003.
Raya mengikuti ibunya yang sudah lebih dulu tinggal di tempat tersebut.

Ibu Raya sendiri merupakan salah seorang korban banjir bandang Garut yang terjadi pada September 2016 lalu. Sebelum pindah ke Perumahan Al-Kautsar, ibu Raya sempat tinggal di salah satu lokasi pengungsian sementara di rumah susun di wilayah Muara Sanding, Jalan Raya Bayongbong-Garut.

Komplek Perumahan Al-Kautsar sendiri memang diperuntukan pemerintah bagi para korban banjir bandang Garut yang rumahnya hancur akibat bencana yang memakan banyak korban jiwa tersebut.      

"Sebelumnya, saya sendiri tidak mengetahui dimana Raya tinggal. Kedatangannnya ke sini dimana saat kasus video 'Vina Garut' tengah ramai diperbincangkan," ucapnya.

Anwar menyebutkan, Raya datang ke rumah ibunya di Komplek Perumahan Al-Kautsar sekitar dua bulan yang lalu. Selama tingal di rumah ibunnya, kondisi Raya sudah sakit-sakitan dan jarang terlihat ke luar rumah.

"Ia harus diurus ibunya karena sakitnya itu," ujarnya.

Anwar juga mengaku jika dirinya belum lama mengetahui bahwa Raya tengah berurusan dengan pihak kepolisian akibat kasus video 'Vina Garut' yang cukup menghebohkan tersebut.

"Mungkin saat pindah kesini itu dia sudah tahu kalau sedang dibidik karena kasus video itu," katanya.

Berdasarkan pantauan 'galamedianews', perumahan yang dibangun pemerintah pada akhir 2018 bagi para korban banjir bandang itu terlihat masih sepi. Masih banyak rumah-rumah yang kosong yang belum ditempati oleh pemiliknya.

Posisi rumah Raya sendiri, terletak di area belakang berada satu blok dengan warga korban banjir bandang lainnya yang berasal dari Kampung Muara Sanding, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA