Validasi Kepesertaan, Pendamping PKH Kunjungi Rumah Calon Penerima Baru

Daerah

Jumat, 6 September 2019 | 13:37 WIB

190906133827-valid.jpg

UNTUK memastikan tepat sasaran, para pendamping Program keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Garut, Jawa Barat memverifikasi kepesertaan dengan home visit ke setiap calon penerima yang baru.

Berdasarkan data dari pemerintah pusat untuk Kecamatan Tarogong Kidul, data yang akan menjadi calon penerima sebanyak 168 KPM, angka tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pendamping PKH tingkat Kelurahan/Desa.

Dalam setiap verifikasi data dengan melakukan home visit, setiap pendamping mengacu ada 14 indikator angka masyarakat miskin berdasarkan BPS dan mengacu pada Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi (PDSE). Di Kecamatan Tarogong Kidul sendiri terdapat 12 Desa/Kelurahan yang sudah dilakukan verifikasi secara home visit.

Koordinator Kecamatan PKH, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Lia Yulianingsih, mengatakan, seluruh pendamping desa kini sudah selesai melakukan verifikasi dengan melakukan home visit dan melihat kondisi sebenarnya calon penerima PKH pada tahun 2019.

Berdasarkan hasil verifikasi dari 168 calon penerima yang memenuhi komponen PKH sebanyak 124 orang sedangkan yang tidak ada komponen sebanyak 19 orang, dobel sebanyak 6 orang dan 16 orang secara data dianggap masih mampu serta tidak akan mendapatkan bantuan PKH.

"Jika melihat data berdasarkan komponen PKH, jumlah calon penerima PKH di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 124 orang, dari data yang dari pemerintah pusat sebanyak 168 orang. Kita langsung menemui calon penerima ke rumahnya masing-masing, agar mengetahui secara langsung kondisi kehidupannya," ujar Lia Yulianingsih.

Lia menjelaskan, keluarnya data calon penerima baru di Kecamatan Tarogong Kidul (Tarkid) dampak dari banyaknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mandiri yang mengundurkan diri. Yang mana mereka selama menjadi KPM sudah bisa mandiri dan tidak lagi memerlukan bantuan PKH.

"Di kecamatan Tarogong Kidul sendiri dari 12 Desa/Kelurahan jumlah KPM yang mengundurkan diri sebanyak 57 orang. Mereka sudah mampu sehingga mengundurkan diri secara hati nurani," ujarnya.

Diakuinya, dalam proses verifikasi data calon penerima setiap pendamping selalu memperhatikan berbagai indikator yang telah di tentukan. Termasuk terhadap calon penerima yang dinilai mampu, kerap memberikan pendekatan dan penjelasan dari hati-kehati.

"Kuncinya pendekatan dan pemberian pemahaman, walaupun hal tersebut selalu mendapatkan kendala," aku Lia yang didampingi salah satu pendamping desa, Lina Lisnawati.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Garut, Heri Gunawan Saputra mengatakan, saat ini seluruh pendamping PKH baru selesai memvalidasi data dengan menggunakan metoda home visit. Kabupaten Garut dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI, mendapatkan kuota baru calon KPM sebanyak 8.111 orang.

"Metode baru secara home visit yang diluncurkan Kemensos, dilakukan untuk meminimalisir serta tidak terjadi adanya calon KPM yang tidak tepat sasaran," ucapnya.

Namun kendati sudah selesai melakukan validasi dari sebanyak 8.111 orang, Dinas Sosial Garut masih terus melakukan pendataan ulang terkait berapa banyak yang akan menjadi penerima PKH pada tahun 2019.

"Kami terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam melakukan pendampingan pada penerima PKH. Yang mana seluruh KPM memang harus tepat sasaran," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA