Bawa Kabur dan Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pemuda Ini Berurusan dengan Polisi

Daerah

Senin, 26 Agustus 2019 | 16:51 WIB

190826165000-bawa-.jpg

Septian Danardi

SEORANG gadis remaja dibawah umur warga Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya dibawa lari pemuda tanggung yang mengaku tetangga desanya. Pelaku yang juga merupakan salah satu anggota geng motor itu menyetubuhi korban di rumah kontrakan temannya di Kuningan.

Plh Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban, bahwa sejak Minggu (18/8/2019), anaknya AM (14) tidak pulang-pulang. Saat itu anaknya minta ijin untuk main keluar rumah.

Namun diluar sudah menunggu YS (18) pelaku yang membawa kabur anaknya itu. Setelah beberapa hari tidak kunjung pulang akhirnya orang tua korban melaporkan ke Polres Tasikmalaya.

"Orang tua korban melaporkan YS membawa kabur pada 18 Agustus dan laporan orang tua pada tanggal 22 Agustus. Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, kami langsung memburu dan menangkap YS di Kuningan," kata Sunarya, dalam gelar perkara, Senin (26/8/2019).

Dari pengakuan pelaku YS asal warga Kampung Singasari, Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya itu, kata Sunarya, pelaku mengajak AM ke Kuningan.

"AM mau diajak pelaku karena diiming-imingi akan mencarikan pekerjaan buat korban. Sehingga korban tergiur dan akhirnya mau diajak pelaku ke Kuningan selama 5 hari. Di Kuningan, pelaku menyetubuhi korban di kontrakan temannya," katanya.

Diakui pelaku, dirinya membawa AM ke Kuningan dengan naik Bis Budiman di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya. "Dari rumah naik motor korban. Sampai di kota, motor korban dititip di teman korban. Lalu korban dibawa naik bus ke Kuningan, untuk diajak jualan chiken di Kuningan,"katanya.

Berdasarkan visum, kata Sunarya, diketahui ada bekas luka di kemaluan korban dan setelah dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui telah menyetubuhi korban. Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti pakaian dan sejumlah barang milik pelaku.

Akibat perbuatan YS dijerat pasal 332 KUHPidana dan atau pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman kurungan paling rendah 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda paling banyak 5 miliar.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA