Aceng Fikri akan Somasi Satpol PP Kota Bandung

Daerah

Minggu, 25 Agustus 2019 | 23:41 WIB

190825234218-aceng.jpg

Agus Somantri

Mantan Bupati Garut, yang juga anggota DPD RI, Aceng HM. Fikri, saat ditemui di rumahnya, kawasan Copong, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (25/8/2019).

MANTAN Bupati Garut, Aceng HM. Fikri, mengaku sangat dirugikan dengan apa yang telah dialaminya saat tengah menginap di salah satu hotel di kawasan Jalan Lengkong Kota Bandung. Ia juga menyesalkan tindakan petugas Satpol PP Kota Bandung yang merazianya karena tak diberikan ruang untuk menjelaskan, padahal saat itu ia sedang bersama isteri sahnya.

"Saat saya sedang tidur, tiba-tiba ada yang ngetuk pintu. Saat saya buka, mereka (Satpol PP) langsung meminta untuk menunjukan identitas saya dan isteri saya. Saya mau menjelaskan, tapi tak diberi ruang, malah saya dipaksa untuk naik mobil Satpol PP diminta menjelaskan di kantornya," ujar Aceng saat ditemui di rumahnya, Kampung Copong, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (25/8/2019).
 
Menurut Aceng, saat itu dirinya ingin menjelaskan bahwa wanita yang bersamanya adalah isteri sahnya, Siti Elina Rahayu yang baru dinikahinya beberapa bulan lalu dengan menunjukan foto-foto pernikahan, termasuk buku nikahnya di gawai miliknya. Namun petugas Satpol PP bersikeras membawanya, sehingga meski merasa kesal, ia pun terpaksa menurutinya.

"Bahkan saat saya mau perlihatkan cincin kawin juga tidak bisa. Saya bilang mau pakai mobil saya juga tidak boleh," ucapnya.   

Aceng menyebutkan, akibat kejadian tersebut, bukan hanya dirinya saja yang dirugikan, tapi orang tua, keluarga, dan anak-anaknya juga harus menanggung malu. Bahkan akibat peristiwa tersebut, sampai saat ini isterinya mengalami trauma karena mengalami hal-hal yang tidak mengenakan.

"Isteri saya juga masih trauma. Isteri saya itu sampai di geledah, dibuka-buka semuanya oleh petugas Satpol PP di toilet," katanya.

Selain itu, lanjut Aceng, yang disesalkan mereka tak menunjukan surat tugas. Meskipun memang ada, tapi seharusnya diperlihatkan dan tidak boleh memaksa. Padahal seharusnya mengedepankan praduga tak bersalah, dengan memberikan ruang untuk menjelaskan dan menunjukan bukti-bukti.  

Aceng pun mengaku mulai besok kan melakukan langkah-langkah. Bahkan bukan tidak mungkin pihaknya akan menempuh jalur hukum hingga somasi kepada Walikota Bandung cq Satpol PP Kota Bandung terkait kejadian yang dialaminya itu.

"Tidak menutup kemungkinan saya juga akan ke Komas HAM dan Komnas Perempuan, atau lembaga lainnya yang berkaitan dengan hal ini. Ini sebagai pembelajaran saja, jangan sampai terjadi lagi," kata Aceng yang juga anggota DPD RI ini.

Aceng menuturkan, saat dilakukan razia, dirinya berniat untuk pergi ke dokter gigi esok paginya. Ia sengaja menginap di hotel tersebut karena jarak hotel tempatnya menginap dengan dokter gigi hanya sekitar 5 menit bila berjalan kaki. Aceng menyebut, sudah 6 bulan terakhir ini dirinya rutin berobat ke dokter gigi di wilayah Jalan Lengkong itu.    

"Biasanya kalau mau berobat saya itu berangkat pagi dari sini (Garut), tapi berhubung saya dan isteri lagi puasa (kamisan), ya sekalian sambil ngabuburit ke Bandung. Malah saat petugas datang, sajadah juga masih digelar," ucapnya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA