Legislator Garut Temukan Pembangunan SPBU Tak Berizin

Daerah

Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:52 WIB

190823135619-legis.jpg

Robi Taufik Akbar

ANGGOTA DPRD Garut dari Partai Gerindra, Asep Mulyana, menemukan adanya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kampung Pasanggrahan, Desa Cilawu, Kecamatan Cilawu, yang tidak berizin. Herannya lagi kendati belum ada perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, proses pembangunan masih terus berjalan.

"Saya sudah melaporkan pada Satpol PP Garut, agar pembangunan tersebut untuk dihentikan sampai ada perizinan di keluarkan oleh Pemkab Garut," ujar Asep, Jumat (24/8/2019)

Asep menuturkan, untuk proses perizinan lingkungan memang sudah ditempuh. Bahkan, pada saat sosialisasi dengan warga, dirinya meminta agar pihak perusahaan dalam menyalurkan CSRnya diberikan pada masyarakat tidak mampu seperti yang jompo, yatim piatu dan masyarakat kecil. Hal tersebut memang disanggupi oleh pihak perusahaan.

Terkait belum adanya perizinan yang dikantongi oleh pihak perusahaan yang membangun SPBU, dirinya sangat menyangkan, padahal sesuai aturan untuk kegiatan pembangunan harus mengantongi perizinan.

"Nah, saya juga heran kenapa Pemkab Garut terkesan menutup mata, sedangkan untuk masyarakat kecil saja yang akan membangun rumah harus mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kenapa perusahaan besar hanya didiamkan tanpa ada tindakan yang dilakukan," katanya.

Asep menuturkan selama menjadi anggota DPRD Garut periode 2014-2019 dan duduk di Komisi I, perizinan di Kabupaten Garut kerap bermasalah. Banyak perusahaan besar yang kerap mengacuhkan proses perizinan.

"Sekarang kan, di DPRD belum ada kelengkapan dewan, sehingga untuk melakukan pembahasan belum bisa dilakukan. Namun kendati demikian pihaknya akan meminta Pemkab Garut untuk melakukan penghentian pembangunan," ujarnya.

Ia mengaku, akan terus melakukan monitoring dan melakukan sidak ke setiap bangunan yang tidak memiliki perizinan yang jumlahnya cukup banyak.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA