Antispasi Kekeringan, Kodim Kawal Penanaman Padi Gogo

Daerah

Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:06 WIB

190822150703-antis.jpeg

Dally Kardilan

Salah seorang tim dari Mabesad sedang memberikan arahan materi Uji Validasi dan Realibilitas Instrumen Penelitian di Aula Makodim 0605 Subang.

KODIM 0605 Subang melakukan pengawalan langsung penanaman benih padi gogo di lahan seluas 200 hektar yang tersebar di 2 kecamatan, yaitu Pusakanagara dan Compreng yang mengalami kesulitan pengairan. Langkah Dnas Pertanian sebagai tindak lanjut dari kementerian inipun guna mengantisipasi kegagalan panen.

"Selama musim kemarau ini dalam penanggulangan kegagagalan panen akibat kekeringan, dan kami sudah melakukan uji lapangan terhadap penanaman padi gogo seluas 200 hektare di 2 kecamatan, “kata Dandim 0605 Subang, Letkol Arh. Edi Maryono melalui Kasdim, Mayor Inf.Deni Zaenal Mutaqin usai menerima tim Diklitbang TNI-AD, Kamis (22/8/2019).

Selain itu, lanjutnya, Kodim pun bersama Polres dan Pemkab Subang turun kelapangan membantu masyarakat, yang dilanda krisis air bersih. Termasuk bagaimana dalam pengaturan air untuk pesawahan terutama di daerah yang beririgasi, sebab tanpa ada pengaturan sering terjadi perselisihan akibat debit air tidak normal di musim kemarau ini.

Tim Diklitbang Mabesad yang dipimpin Kolonel Kav. R. Hadiono melakukan uji validasi dan realibilitas tentang Pengaruh Keberadaan Komando Kewilayahan dan Kualitas Aparat Teritorial Terhadap Peningkatan Ketahanan Nasional kepada perwakilan dari Tokoh Masyarakat, Penuda, Agama, Ormas, Okp, Polres Subang, dan unsur dari Pemkab Subang, yang di Aula Abhinaya Makodim 0605 Jl. Mayjen Sutoyo No. 27.

Sebab, sinergitas di luar tupoksi TNI selain tugas perang, yaitu membantu masyarakat, kepolisian dan Pemda, sudah berjalan  dengan baik, salah satunya mejalankan tugas ketahanan pangan.

"Operasi militer selain perang yaitu membantu masyarakat, kepolisian dan pemda, salah satunya mengantisifasi kemarau panjang, yang sudah dilaksanakan Kodim 0605 Subang selama ini dengan baik," katanya.

Namun demikian, R Hadiono berharap, keberadaan Kodim 0605 Subang ditengah-tengah masyarakat, harus terus bisa dirasakan oleh masyarakat, kepolisian dan pemda, dalam bidang sosial, politik, budaya, dan pertahanan keamanan, termasuk penanganan bencana kekeringan, yang harus diantisifasi TNI-AD.

“Makanya kita evaluasi dengan uji validasi dan realibilitas ini guna mengetahui keberadaan TNI ini manunggal dengannrakyat, karena TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,“ pungkasnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA