Bupati Majalengka Larang ASN Gunakan Gas 3 Kg

Daerah

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:09 WIB

190820111020-bupat.jpg

dok

Ilustrasi

BUPATI Majalengka terbitkan Surat Edaran No 542/1525/2019 tentang himbauan untuk tidak menggunakan LPG 3 kg bagi pegawai atau calon pegawai negeri sipil, pelaku usaha dan masyarakat mampu.

Situs kabarcirebon.co.id menulis, Selasa (20/9/2019),dalam surat yang ditandatangani Bupati Majalengka Karna Sobahi tertanggal 15 Agustus 2019 ini disebutkan, bagi pelaku usaha yang tidak diperkenankan menggunakan LPG 3 kg adalah pelaku usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000.

Serta masyarakat yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 1.500.000 per bulan dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu yang diterbitkan dari desa atau kelurahan untuk tidak menggunakan LPG tabung seberat 3 kg.

Dalam surat, memang tidak disebutkan sanksi bagi mereka yang masih tetap menggunakan tabung 3 kg untuk kepentingan memasak atau usaha mikro.

Sementara itu, sejumlah pemilik pangkalan LPG 3 kg mengaku, saat ini penjualan LPG bersubsidi sangat ketat. Mereka yang akan membeli gas disarankan untuk menyerahkan fotocopy KTP pembeli. Karena semua pangkalan kerap mendapat pemeriksaan administrasi dari pihak Pertamina. Fotocopy KTP pembeli ini diserahkan pengecer atau pembeli langsung kepada pihak pangkalan.

“Administrasi tiap bulan diperiksa atau paling lambat tiga bulan. Semua KTP pembeli diperiksa juga,” kata Neneng seorang pemilik pangkalan gas di Kelurahan Cicenang.

Namun demikian, menurut Lita pedagang lainnya, pembelian gas LPG 3 kg masih bisa dilakukan PNS di tingkat pengecer. Karena di pengecer tidak ada pemeriksaan administrasi oleh pihak Pertamina seperti halnya kepada pemilik pangkalan. Tak heran jika saat ini masih banyak PNS bergaji besar dan pedagang berpenghasilan lebih dari Rp 3.000.000 per bulan masih menggunakan gas melon.

Pengetatan penjualan LPG 3 kg, menurut Lita harus dilakukan semua pihak, termasuk kesadaran konsumen yang berpenghasilan tinggi. Karena di wilayahnya di Majalengka ada pasangan suami istri masing-masing PNS namun masih menggunakan gas melon.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA