Jualan Ganja, Tukang Bubur Diciduk Polisi

Daerah

Senin, 19 Agustus 2019 | 18:59 WIB

190819185046-juala.png

merdeka.com

Ilustrasi.

SATUAN Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Garut mengamankan seorang tukang bubur berinisial RR (30), karena kedapatan menjual ganja kepada sejumlah warga. Ganja tersebut dijual langsung RR sambil berjualan bubur di wilayah Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Kepala satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Garut, AKP Cepi Hermawan, menyebutkan RR diamankan bersama 3 warga lainnya, masing-masing berinisial RM (25), AK (34), dan RJ (37).   

“Jadi total yang kita amankan ada empat orang. Masing-masing memiliki keterkaitan soal barang haram yang dijual oleh RR,” ujarnya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (19/8/2019).

Menurut Cepi, awal mula terungkapnya kasus tersebut berdasarkan laporan dari warga yang resah akan aktivitas RR yang biasa berjualan bubur tersebut. Warga menduga, RR menjual barang haram jenis ganja sehingga langsung melaporkan kepada pihaknya.

Diungkapkan Cepi, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya pun langsung melakukan penyilidikan dan menangkap RR di wilayah Kecamatan Bayongbong. Selanjutnya, pihaknya melakukan pengembangan terkait asal muasal barang haram tersebut, hingga akhirnya berhasil menangkap tiga orang lainnya di wilayah berbeda.      

“Dari tangan tersangka RR ini kita mengamankan sejumlah paket ganja siap jual. Setiap paket yang dijual ini bisa dipakai oleh tujuh orang. Jadi bisa dikatakan dengan diamankannya paket ganja ini kita menyelamatkan puluhan orang dari narkoba,” ucapnya.

Cepi menambahkan, selama ini tersangka RR memang berjualan bubur di wilayah Kecamatan Bayongbong, namun sampingannya sambil berjualan ganja. Kepada penyidik, RR sendiri mengaku bahwa berjualan ganja lebih besar keuntungannya dibanding jualan bubur.

“Jadi si RR ini punya pelanggan tetap. Tidak asal beri kepada siapa saja,” katanya.

Akibat perbuatannya, terang Cepi, RR dijerat pasal 114 ayat 1, pasal 111 ayat 1, pasal 132 ayat 1 huruf A undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara, dan maksimal seumur hidup,” ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA