Dampak Musim Kemarau, Volume Air Situ Bagendit Mulai Menyusut

Daerah

Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:16 WIB

190814171704-dampa.jpg

Agus Somantri

VOLUME air di objek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut mulai menyusut dampak dari kemarau yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir ini.

Amas (59), salah seorang penyedia jasa rakit atau mainan air di objek wisata Situ Bagendit mengatakan, volume air di Situ Bagendit sudah menyusut sekitar satu meter. Saat ini, kedalaman air tinggal sekitar dua atau tiga meter lagi dari dasar situ.

"Biasanya air sampai ke batas tembok, tapi sekarang baru kemarau empat bulan air sudah menyusut sekitar satu meter," ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Menurut Amas, jika kemarau mencapai delapan bulan atau dalam empat bulan ke depan hujan masih juga belum turun, maka dasar situ akan terlihat jelas. Bahkan tak menutup kemungkinan kondisi situ bisa dijadikan lapang sepak bola akibat kekeringan. 

Amas menyebutkan, selain karena musim kemarau, volume air di Situ Bagendit juga semakin menyusut karena air terus dialirkan ke lahan-lahan pertanian yang ada di sekitar kawasan situ.

"Sementara pasokan air dari bendungan Copong belum optimal karena masih dalam proses pengerjaan di beberapa irigasi," ucapnya.

Menyusutnya air di Situ Bagendit akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Garut dalam empat bulan terakhir ini, juga berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan.

Sejumlah pedagang yang biasa berjualan di lokasi situ pun menuturkan, jika kemarau terjadi lebih lama lagi tidak menutup kemungkinan bukan hanya wisatawan yang tidak datang, tapi penyedia jasa mainan air, tukang rakit, dan pedagang pun akan gulung tikar.

Karena itu, mereka pun berharap ke pemerintah agar sumber air situ Bagendit diperhatikan, karena sumber yang ada sudah tertutup lumpur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, membenarkan jika saat ini volume air di Situ Bagendit memang sudah menyusut.

"Sudah terjadi penyusutan, kedalaman airnya turun, ini dikarenakan kemarau," ucapnya.

Budi menuturkan, Situ Bagendit merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Garut. Menurutnya, para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam pegunungan, danau, dan fasilitas bermain seperti taman, kereta api mini, permainan sepeda air dan rakit.

"Namun sekarang kondisinya tidak menguntungkan karena air menyusut dampak kemarau," katanya.

Volume air di Situ Bagendit, Kecamatan Bayuresmi, Kabupaten Garut mulai menyusut akibat kemarau yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir ini.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA