Bupati : Penertiban PKL Garut Kota Keinginan Bertbagai Pihak

Daerah

Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:30 WIB

190813211003-bupat.jpg

PENERTIBAN pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut merupakan keinginan berbagai pihak agar kawasan tersebut terlihat asri, tertib, dan nyaman.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyikapi adanya aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan paea PKL yang tergabung dalam Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), Selasa (13/8/2019).

"Kita sudah sepakat bahwa penertiban (PKL) tersebut atas kehendak semua pihak, termasukkalangan DPRD sendiri,"ujarnya usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Garut periode 2019-2024 di Gedung DPRD Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Selasa (13/8/2019).

Menurut Rudy, penertiban terhadap para PKL di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan tersebut dilakukan untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban, Keindahan, dan Kenyamanan (K3).

Selain menegakan Perda, lanjut Rudy, hal itu juga atas keinginan masyarakat yang ingin kawasan perkotaan Garut tersebut bersih, sehingga mereka merasa nyaman saat melakukan aktivitas di daerah tersebut.

"Ini juga atas keinginan warga Garut yang ingin ingin bersih, ingin ada ikon," ucapnya.

Diakui Rudy, selama ini pihaknya bayak menerima keluhan dari masyarakat yang menilai jika kawasan Pengkolan terlohat kumuh. Mereka pun berharap agar pemerintah bertindak dengan melakukan penertiban PKL yang ada di kawasan tersebut.

"Jadi penertiban PKL ini bukan hanya keigingan sebagian pihak tertentu, akan tetapi karena ada keinginan yang besar dari berbagai kalangan masyarakat. Jadi kami melihat kepentingan umum, bukan satu dua orang," katanya.

Rudy juga menegaskan, jika Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan yang ada di pusat kota tersebut merupakan daerah terlarang atau zona merah bagi PKL. Menurutnya, hanya sebagian jalan lainnya yang diperbolehkan para PKL untuk berjualan. Rudy menyebutkan, jalan yang diperbolehkan untuk berjualan bagi PKL tersebut di antaranya Jalan Ahmad Yani setelah perempatan Asia Plaza, kemudian Jalan Ciledug dan beberapa titik lainnya yang sudah ditetapkan.

"Sebenarnya kami tidak melarang, kami terbuka. Silahkan berdagang, tapi hangan di situ saja dagangnya. Berdagang di Jalan Ahmad Yani setelah Asia itu boleh. Ke Ciledug sana juga boleh," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA