Dukung 'Sapa Warga', Diskominfo Garut Latih Aparatur Kecamatan Hingga RW

Daerah

Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:08 WIB

190813204841-dukun.jpg

Agus Somantri

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut saat melakukan pelatihan Sapa Warga di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Selasa (13/8/2019).

GUNA mendukung Program Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut akan melatih tidak kurang dari 418 orang dalam bentuk Pelatihan Aplikasi Sapa Warga.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Garut, Diar Cahdiar Antadiredja, mengatakan pelatihan Sapa Warga di Kabupaten Garut akan dilaksanakan dalam 10 gelombang pelatihan, dengan target sasaran yang akan dilatih sebanyak 418 orang, terdiri dari aparatur kecamatan 41 orang, pendamping lokal desa 119 orang, Dinas PMD 1 orang, relawan TIK 8 orang, dan RW/Desa 249 orang.

"Hari ini kami latih 40 orang dari pendamping lokal desa di 3 kecamatan, perangkat kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul dan Kecamatan Cilawu, perangkat desa dari 3 kecamatan dan perwakilan RW," ujarnya usai membuka Gelombang I Pelatihan Aplikasi Sapa Warga di Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG), Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Selasa (13/8/2019).

Menurut Diar, Sapa Warga merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Barat dalan bentuk inovasi pelayanan publik yang responsif, integratif dan informatif dari Pemdaprov Jabar dalam menampung aspirasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan terutama warga Jabar.

"Perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tersebut menjembatani komunikasi warga pada tingkatan Rukun Warga dengan Gubernur Jawa Barat agar warga dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pusat Relawan TIK Indonesia, Rinda Cahyana, mengaku sangat menyambut baik pelibatan Relawan TIK Indonesia dalam pelatihan tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG) tersebut menyebutkan, bahwa kampus dan Relawan TIK dapat membantu pelaksanaan program pemerintah sebagai bagian dari pelayanan sukarela atau pelaksanaan kewajiban pengabdian kepada masyarakat.

"Dalam penerapannya, Relawan TIK dapat membantu menyampaikan informasi dengan perangkat TIK, memasang perangkat TIK, dan melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan perangkat TIK," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA