Sempat Kabur, Dua Warga Nigeria Ditangkap Kantor Imigrasi Tasikmalaya

Daerah

Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:39 WIB

190813183031-sempa.jpg

Septian Danardi

SEMPAT kabur, dua warga negara asing (WNA) asal Negara Nigeria, Simeon dan Michael ditangkap petugas Imigrasi Kelas II A Non TPI Tasikmalaya di Kampung Bencing Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (7/8/2019).

"Keduanya diamankan karena tidak memiliki pasport serta izin tinggal dan masa berlaku surat-suratnya sudah habis," kata Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Agustinus Wahyudi Indrayono kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Dikatakannya, keduanya sempat berusaha kabur saat dilakukan penangkapan. Namun petugas berhasil menangkap kedua WNA itu dan digiring ke kantor imigrasi untuk dilakukan pendataan dan akan dideportasi ke negara asalnya.

Agustinus menyebutkan, penemuan WNA itu dari informasi warga yang melaporkan kepada pihaknya Rabu (7/8/2019) lalu, bahwa di kawasan Kampung Bencing di kediaman EY ada tiga orang orang asing. Dari informasi itu, kemudian dikembangkan pihaknya melalui tim Inteldakim dengan melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan.

Saat dilokasi petugas bertemu dengan EY yang tak lain adalah merupakan istri dari Michel. Mengetahui, yang datang adalah petugas dari Imigrasi ketiga WNA itu berusaha kabur. Mereka memecah kaca jendela kamar dan langsung loncat ke area pesawahan.

Sontak saja petugas mengejar ketika warga asing itu kabur. Aksi saling kejar terjadi dan akhirnya petugas mengepung WNA itu dan mereka dibekuk. Dua dari tiga WNA berhasil diamankan sedangkan satu lagi berhasil kabur.

"Hasil pemeriksaan, satu dari dua WNA yang diamankan tidak bisa menunjukan paspor dan izin tinggal. Sedangkan rekannya itu izin tinggalnya sudah habis dan tertinggal selama 4 bulan," ujarnya.

Untuk sementara kata dia, keduanya diamankan di ruang Detensi Imigrasi Kelas II A Non TPI Tasikmalaya untuk menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Diungkapkannya, hasil pemeriksaan dari saksi-saksi ketiga orang asing tersebut berada di Kampung Bencing sudah tiga hari. Mereka mengontrak salah satu rumah warga. Warga curiga dengan adanya WNA tanpa adanya laporan kepada pihak pemerintahan setempat. Sehingga warga melaporkannya ke kantor Imigrasi. Sementara EY warga Tasikmalaya itu diperistri oleh WNA secara siri di Jakarta.

Pengakuan dari WNA yang diamankan itu, lanjut Agustinus, mereka berbisnis pakaian yang dikirim ke negara asalnya. Mereka tinggal di Jakarta sebelum pindah ke Tasikmalaya. Alasan pindah ke Tasikmalaya karena bisnisnya berhenti, mereka kehabisan dana dan menganggap hidup di Tasikmalaya aman juga murah.

"Keduanya melanggar Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian pasal 7 angka 3 dengan sanksi devortasi dan penangkalan. Selain itu, diancam juga pasal 71 hurup b," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA