Atasi Kekeringan, Legislator Usulkan Perluas Lahan Konservasi Gunung Syawal

Daerah

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:30 WIB

190810133254-atasa.jpg

Pepi Irawan

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, H Dede Herli

KETUA DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Ciamis, H Dede Herli mengatakan, untuk mengatasi kekeringan di Ciamis, maka perlu memperluas lahan konservasi Gunung Syawal.

Selain itu Dede juga berkomitmen untuk mendorong Pemerintah Daerah segera mengkonversi hutan produksi yang dikelola masyarakat di lereng Gunung Syawal menjadi lahan konservasi.

"Cukup aneh kan, baru tiga bulan kemarau,masyarakat sudah kesulitan air padahal Ciamis punya Gunung Sawal,berarti ini ada yang salah dengan lingkungan"katanya sabtu (10/8/2019) saat ditemui diruanganya.

Padahal,menurut Dede, Gunung Sawal ada di wilayah Kabupaten Ciamis, tidak terpotong oleh kabupaten/kota lain. Selain itu, hampir semua aliran sungai yang ada di Ciamis berhulu ke Gunung Sawal.

Masih kata Dede, 20 tahun lalu meskipun kemarau melanda Ciamis selama 9 bulan, aliran sungai Cileueur yang berhulu ke Gunung Sawal tidak pernah surut. Keadaan sekarang jauh berbeda, tiga bulan kemarau, namun air di Cileueur hampir kering.

Menurut Dede, pihaknya akan mendorong Pemerintah Daerah agar memperluas wilayah hutan konservasi di hutan Gunung Sawal, supaya resapan air di gunung tersebut semakin luas.

"Kita akan dorong kembali Pemerintah Daerah supaya mempercepat peningkatan atau mengkonversi sebagian hutan produksi di Gunung Sawal menjadi hutan konservasi," tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mendorong Pemerintah Daerah mengoptimalisasi sumber-sumber resapan air dan penahanan air tanah di sumber-sumber air lokal di tingkat desa.

"Cuma problemnya, sumber-sumber air tanahnya itu kebanyakan milik perorangan sehingga tidak terjamin kelestariannya. Karena bisa jadi kan tanah itu dibangun atau disewakan yang tidak bisa dijadikan resapan air tanah," ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya ingin meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana kekeringan ini. Karena yang paling penting, kata dia, adalah adanya kesadaran dari masyarakat.

"Itu yang penting, tingkat kesadaran masyarakat dalam melestarikan sumber daya air. Yang paling penting itu sumber daya air jangka panjang, tapi harus ada tindakan dari masyarakat itu sendiri," tegasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA