Begini Cara Operator Tol Cipali Tekan Angka Kecelakaan

Daerah

Jumat, 9 Agustus 2019 | 10:54 WIB

190809105728-begin.jpg

Dally Kardillan

Tol Cipali

OPERATOR Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) terus berupaya menurunkan tingkat kecelakaan di Jalan Tol Cipali. Beberapa langkah tersebut di antara melalui konsep 3E, yakni enginering, enforcement dan education.

General Manager Operational PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Suyitno menyatakan, enginering dilakukan dengan pemasangan wire ropes sepanjang 18 kilometer pada lokasi-lokasi yang rawan terjadinya kecelakaan atau black side/blackspot. Selain wire ropes, lanjut Suyitno, pihaknya juga memasang rumble dot pada bagian dalam maupun luar jalan dengan panjang total 50 hingga 60 km.

"Saat ini dilapangan sudah dikerjakan pemasangan Wire Ropes berupa penggalian angkur awal dan akhir dan dilanjutkan dengan pengecoran. Wire Ropes akan dipasang sepanjang 18 km mulai dari km 143 pada median jalur A atau di Wilayah Indramayu dan Majalengka. Mudah-mudahan dalam waktu dua bulan selesai," ujar Suyitno saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (9/8/2019).

Sedangkan untuk enforcement, bersama kepolisian dan Dishub, Suyitno menyatakan pihaknya akan rutin menggelar Operasi Speed Gun dan Operasi angkutan barang Overdimension dan Overloading (ODOL).

"Untuk education, kita lakukan berbagai macam pemasangan spanduk dan pemasangan-pemasangan imbauan terkait keselamatan di TMS kami atau di Videotron yang sebelum gerbang tol itu. Kami juga mendatangi lokasi-lokasi tempat travel dengan membagikan selebaran-selebaran yang bersifat keselamatan berlalulintas," katanya.

Suyitno menambahkan, selama pelaksanaan enginering pada prinsipnya ia menjamin tidak akan mengganggu arus lalu lintas di Tol Cipali.

"Kita rekayasa lalin, satu lajur masih tetap bisa digunakan saat kita melaksanakan enginering tersebut," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA