Dampak Reaktivasi Rel KA, Warga Garut Kota Terjangkit Gatal-gatal

Daerah

Rabu, 24 Juli 2019 | 10:57 WIB

190724105802-dampa.jpg

Robi Taufik Akbar

Yulianingsih (50)

PT KAI tengah menggenjot proses pembangunan jalur kereta api di sepanjang jalur Cibatu-Garut melalui program reaktivasi. Di pusat kota Garut pembongkaran bagunan-bangunan di sepanjang jalur reaktivasi termasuk yang berada di kawasan sekitar Stasiun Garut pun terus dilakukan.

Kini, ribuan warga yang terkena dampak reaktivasi saat ini sudah mulai mencari tempat tinggal, ada juga yang telah mengontrak.

Namun proses reaktivasi jalur perlintasan yang dilakukan di Kota Garut, tepatnya di Jalan Mawar, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, berdampak terhadap kesehatan. Hal itu disebabkan dari debu dari reruntuhan bangunan.

Seperti yang dialami Yulianingsih (50) yang juga mantan istri Epy Kusdinar pemeran sinetron "Preman Pensiun". Menurutnya, awalnya ia merasakan gatal seperti ada gigitan nyamuk, kemudian muncul bintik dan menyebar di seluruh tubuh.

"Sebelumnya warga di sini baik-baik saja, tidak pernah gatal-gatal. Semenjak adanya proyek pembongkaran PT KAI warga di sini diserang penyakit bahkan tidak sedikit menjadi luka dan korengan di sekujur tubuh akibat debu yang ditimbulkan dari pembongkaran. Seharusnya PT KAI memperhatikan kesehatan warga disini," jelas Yulianingsih, Rabu (24/7/2019)

Yulia mengaku, penyakit kulit yang melanda kawasan tersebut telah terjadi sejak pembongkaran bangunan di sepanjang rel Kereta Api Cibatu-Garut. Dia berharap, ada solusi dari PT KAI maupun pemerintah terkait keluhan warga yang ada di lingkungannya.

Berdasarkan pantuan, ratusan warga Jalan Mawar, Kecamatan Garut Kota, merasakan gatal-gatal di seluruh tubuh. Bahkan, ada juga warga yang kebingungan untuk melakukan pengobatan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA