Warga Geram Segel Kantor Desa, Istri Pertama Buka Nikah Siri Suaminya

Daerah

Senin, 22 Juli 2019 | 18:41 WIB

190722184238-warga.jpg

Robi Taufik Akbar

BUNTUT tertangkap tangannya oknum Kepala Desa Cimaragas, Kec Pangatikan, Kab Garut dengan seorang perempuan di sebuah kamar kos di Kampung Cimasuk, Kelurahan Suci, Kec Karangpawitan, ratusan warga melakukan aksi penyegelan kantor desa setempat, Senin (22/7/2019). Hal tersebut merupakan luapan kekecewaan masyarakat terhadap perilaku kepala desa yang telah mencoreng nama baik nama desa Cimaragas.

Aksi peneyegelan kantor desa berlangsung kondusif, ratusan masyarakat yang membawa atribut mengawali aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar kepala desa untuk mundur dari jabatannya.

"Kantor ini kami segel sampai tuntutan kepala desa mundur dari jabatannya," ujar Aan Alamsyah koordinator aksi, saat ditemui saat aksi unjuk rasa, Senin.

Dikatakan Aan, aksi unjuk rasa ini akan terus dilakukan sampai tuntutan dipenuhi oleh kepala desa yakni mundur dari jabatannya. "Tidak ada tawar menawar lagi, kades harus mundur dari jabatnnya, sudah mencoreng citra pemerintahan," tegasnya.

Sementar Ketua RW Atep mengatakan, dalam proses mundurnya jabatan kepala desa harus ditempuh sesuai dengan prosedur. BPD Desa Cimaragas harus segera menggelar rapat pleno secepatnya.

"Kami mendesak agar BPD menggelar rapat pleno terkait pemberhentian kepala desa. Ini sudah mencemarkan nama baik pemerintahan desa," singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Desa Cimaragas, Suherman mengakui kalau perempuan yang berada di kostan tersebut, merupakan istri kedua yang dinikahinya secara siri setelah idulfitri lalu. Bahkan, pengakuan tersebut diakui pula oleh istri pertamanya, Erna.

"Ya, benar bapa sebelum lebaran pernah meminta izin untuk menikah lagi, awalnya permintaan tersebut ditolak, namun karena memaksa akhirnya saya izinkan," kata Erna.

Erna mengaku, pernikahan suaminya dengan seorang perempuan berinisial F, sudah mendapatkan restu. "Hanya saja saat tertangkap tangan suami saya tidak menyangka kalau kejadian tersebut disebut penggerebegan," katanya.

Sementara Ketua BPD Desa Cimaragas, Jajang menyangkan dengan beredarnya isu penggerebagan terhadap Kepala Desa Cimaragas. Namun jika sejak awal kepala desa mau terbuka sejak awal tidak akan memanas seperti saat ini.

"Kalau terbuka sejak awal, ya tidak akan terjadi seperti ini. Nanti kepala desa akan langsung mengklarifikasi terkait kebenarannya," singkatnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA