MUI Garut: Semua Pihak Harus Turut Serta Antisipasi Perbuatan Asusila

Daerah

Kamis, 18 Juli 2019 | 19:28 WIB

190718185927-mui-g.jpg

Agus Somantri

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH. Sirodjul Munir.

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut berharap semua pihak turut serta dalam antisipasi terjadinya kasus hubungan sedarah atau inses, serta perbuatan asusila lainnya yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Garut.  

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH. Sirodjul Munir, mengatakan pihaknya merasa prihatin dan khawatir jika kasus hubungan sedarah yang belakangan ini  terjadi di Garut akan muncul lagi. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dan kontrol diri serta pengawasan dari semua pihak untuk meminimalisir terjadinya tindakan asusila tersebut.

”Kami benar-benar merasa prihatin dengan kasus hubungan sedarah yang terus bertambah. Semua pihak, baik Pemkab, tokoh ulama, maupun masyarakat harus senantiasa ikut mengawasi atas kejadian ini," ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Menurut Ceng Munir (sapaan akrabnya), hubungan sedarah atau inses jelas sangat dilarang, baik adalam ajaran agama Islam maupun agama lainnya. Apalagi, tindakan asusila tersebut dilakukan oleh seorang ayah kepada anaknya sendiri yang masih dibawah umur.  

Ceng Munir pun mengaku tercengang dengan tiga kejadian tindakan asusila yang dilakukan oleh ayah kepada anaknya dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini. Ia menilai, kejadian ini merupakan kasus luar biasa yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
 
“Ini tindakan keji dan menjijikan juga. Tindakan perjinahan apalagi dilakukan kepada anak kandung itu sudah melanggar berbagai norma dan dilarang juga," ucapnya.

Karena itu, Ceng Munir meminta kepada aparat penegak hukum yang menanngani perkara ini untuk memberikan hukuman berat kepada para pelaku inses ini, karena dinilai sudah melakukan perbuatan keji kepada anaknya sendiri.

“Hukumannya harus berat kepada para pelaku inses ini. Dan kasus ini harus ditangani secara maksimal,” ucapnya.

Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Hal senada diungkapkan Rektor Universitas Garut (Uniga), Abdusy Syakur Amin. Menurutnya, kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh orang terdekat dalam hal ini ayah kandung, harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pihak Pemkab Garut, karena jika tidak segera ditangani, tindakan asusila seperti ini bisa meluas.

"Kasus ini bisa menjadi fenomena gunung es. Jadi harus ada perhatian yang serius dari pemerintah. Harus ada upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah," katanya.   

Menurut Syakur, pemerintah daerah harus mengkaji lebih dalam kasus asusila yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya ini. Karena pihaknya menilai, selama ini kasus hubungan sedarah atau inses tersebut masih dianggap tabu dan aib oleh sebagian masyarakat, sehingga lebih memilih untuk diam dan tidak mau melapor kepada aparat kepolisian.

"Ini yang harus dipecahkan oleh pemerintah, supaya kejadian seperti ini tidak terus muncul lagi," ucapnya.    

Syakur menyebut, salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah dalam meminimalisir terjadinya tindakan asusila, yaitu dengan gencar melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap tetangganya.

“Jadi masyarakat didorong untuk lebih peduli dengan tetangga di sekitarnya. Sehingga ketika ada kejadian bisa langsung diantisipasi atau dilaporkan agar segera bisa ditangani,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Syakur, pemerintah juga wajib menyekat pemicu terjadinya tindakan asusila tersebut, seperti keberadaan situs porno yang saat ini masih gampang diakses, serta peningkatan pendidikan agama di masyarakat.

“Masalah ekonomi juga bisa jadi pemicunya. Jadi kesejahteran masyarakat harus diperhatikan juga oleh pemerintah,” katanya.

Syakur pun meyakini, dengan berbagai upaya tersebut kasus-kasus seperti tindakan asusila ini bisa sedikit ditangani dan di minimalisir oleh pemerintah.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA