Nama Kajari Garut Dicatut untuk Memeras Sejumlah Kepala Desa

Daerah

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:46 WIB

190718164722-nama-.jpg

dok

NAMA Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, baru-baru ini diduga dicatut untuk memeras sejumlah Kepala Desa. Modusnya dengan menghubugi kades melalui ponsel.

Orang yang mengaku Kepala Kejaksaan Negeri meminta Kepala Desa untuk datang ke kantornya lantaran ada yang mesti dibicarakan terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran Dana Desa (DD) yang saat ini tengah bergulir.

Kepala Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Sholaal Gina, membenarkan adanya orang yang menghubungi melalui pesawat Hp nya dan meminta untuk bertemu di Kantor Kejaksaan Negeri Garut, Jalan Merdeka. Namun hal tersebut tidak pernah digubris, lantaran merasa curiga dengan tingkah laku orang yang menelpon mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Garut.

"Saat menerima telpon, orang tersebut meminta saya datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Garut dengan alasan ada yang mesti dibicarakan. Namun heran, kenapa Kepala Kejaksaan Negeri Garut melalui sambungan ponselnya tidak melalu surat tertulis," ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Dikatakan Soholahal, setelah menerima telpon dari orang yang mengaku Kepala Kejaksaan Negeri Garut, ia mengkroscek dan mencocokkan nomor yang telah menghubunginya dengan nomor Kepala Kejaksaan. Ternyata nomornya berbeda hingga permintaan untuk bertemu tidak digubris.

Hal serupa terjadi pada salah satu Sekretaris Desa (Sekdes) yang berada di Kecamatan Limbangan. Orang yang mengaku Kepala Kejaksaan Negeri Garut menyuruh untuk datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Garut.

Namun saat hendak menuju kantor kejaksaan, tiba-tiba orang yang mengaku Kepala Kejaksaan Negeri Garut menghubunginya kembali dan meminta mengirikan sejumlah uang pada rekening yang dikirim melalui pesan singkat.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Azwar, SH, saat dihubungi melalui ponselnya, mengatakan, pihaknya tidak pernah menghubungi para Kepala Desa untuk bertemu ke kantor, terlebih meminta sejumlah uang untuk penyelesaian perkara.

"Kami tidak pernah menghubungi para Kepala Desa melalui saluran telpon. Kalau memang ada perkara yang tengah ditangani pemanggilan dilakukan secara resmi melalui surat," tegasnya.

Ia menghimbau pada seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Garut termasuk seluruh Pejabat di lingkungan Pemkab Garut, untuk berhati-hati dalam menerima telpon yang mengatasnamakan Kejaksaan Negeri Garut.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA