Sejumlah Domba Ditemukan Mati, Srigala Teror Peternak di Sumedang

Daerah

Rabu, 17 Juli 2019 | 10:25 WIB

190717102649-sejum.jpg

Ade Hadeli

BEBERAPA hari terakhir, sejumlah peternak domba di wilayah Desa Gunturmekar dan Desa Banyuasih Kec. Tanjungkerta Kab. Sumedang, dibuat resah karena mendapat teror dari serangan srigala pada malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun galamedianews, Rabu (17/7/2019), keresahan peternak makin menjadi, setelah srigala itu berhasil membunuh 4 ekor domba di dalam kandang,  dengan cara menggigit leher,  milik Usin (65), warga Dusun Ciereng Desa Banyuasih. Srigala itu meninggalkan domba yang dibunuhnya begitu saja.

"Tidak dimakan, tapi setelah membunuhnya. Srigala itu menghilang tanpa jejak. Dan kejadian itu, saya ketahui pada saat akan memberi pakan, kemarin pagi (Selasa 16/7/2019)," ujar Usin.

Menurutnya, teror srigala itu sebelumnya terjadi di wilayah Desa Gunturmekar. Namun karena disana dilakukan jaga malam, akhirnya srigala itu mencari mangsa ke wilayah Desa Banyuasih.

"Yang mengherankan jarak dari Desa Gunturmekar dengan Banyuasih cukup jauh, dan harus melewati beberapa wilayah desa lain," ujarnya.

Mengetahui hewan ternaknya dimangsa hewan buas, dia pun langsung kembali ke rumah dan melaporkan kejadian itu ke warga terdekat. Sampai akhirnya, berita itu pun terus tersebar luas dan menjadi perbincangan di tengah warga.

Kepala Desa Banyuasih, Dadang, membenarkan soal informasi tersebut. Setelah mendapat laporan, saat itu juga pihaknya bersama Babinkamtibas dan Babinsa desa langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Dan ternyata benar, domba-domba milik pak Usin ini sudah mati akibat cengkraman atau gigitan hewan buas di lehernya," kata Dadang.

Dugaan sementara kematian empat ekor domba itu memang disebabkan karena cengkraman atau gigitan hewan buas pada leher domba-domba tersebut.

Bahkan jika dilihat dari bentuk lukanya, kematian hewan ternak di Dusun Ciereng Kidul ini, sangat mirip dengan peristiwa kematian yang menimpa domba-domba sebelumnya di wilayah Desa Gunturmekar ataupun di wilayah desanya. Sebab, empat bulan yang lalu, peristiwa serupa sebenarnya sempat terjadi pula di Dusun Ciereng Kidul. Hanya saja, peritiwa sebelumnya itu, memang tidak langsung menyebar luas seperti sekarang.

"Serangan hewan buas seperti ini, sebenarnya sempat terjadi juga sekitar empat bulan lalu di daerah ini. Cuma dulu itu informasinya tidak langsung ramai menyebar seperti sekarang," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengeluarkan imbauan kepada warga supaya bisa tetap tenang dan mengaktifkan kembali ronda malam.

"Saya minta warga jangan panik. Tenang saja, malah untuk mengatisipasinya,  kita harus lebih giat lagi mengaktifkan ronda malam," imbuhnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA