Ayah Tiri Cabuli Anaknya yang Berusia 13 Tahun Hingga Hamil

Daerah

Selasa, 16 Juli 2019 | 18:17 WIB

190716180801-ayah-.jpeg

Agus Somantri

Tersangka AR (32), saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tarogong Kidul, Jalan Rumah sakit, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (16/7/2019).

AKSI pencabulan yang dilakukan seorang bapak kepada anaknya lagi-lagi terjadi di Garut. Kali ini perbuatan keji tersebut dilakukan AR (32), kepada anak tirinya yang masih berusia 13 tahun hingga menyebabkan korban hamil.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, didampingi Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji, mengatakan kasus pencabulan tersebut terungkap setelah pada Senin (15/7/2019) malam, pihaknya menerima laporan dari warga.

"Jadi warga ini melaporkan sekitar pukul 23.00 bahwa ada seorang warga yang diketahui berinisial AR telah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya. Warga sudah berkerumun disana hendak melakukan aksi penganiayaan karena geram," ujarnya, Selasa (16/7/2019).

Setelah menerima informasi tersebut, terang Hermansyah, pihaknya pun langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan AR yang nyaris dihakimi massa dan membawanya ke Mapolsek Tarogong Kidul.

Dalam waktu yang bersamaan, ibu korban yang juga merupakan isteri dari AR, dengan diantar sejumlah warga juga membuat pelaporan terkait dugaan aksi pencabulan tersebut ke Mapolsek Tarogong Kidul.  

Menurut Hermansyah, dalam pemeriksaan ibu korban mengakui pertama tahu anak kandungnya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu tengah hamil setelah diajak adiknya untuk memeriksakan korban ke bidan. Hal tersebut dilakukan karena mendengar bahwa korban telah mendapatkan aksi pencabulan dari ayah tirinya.

"Bersama adiknya, ibu korban pun kemudian mengajak (korban) ke bidan untuk memastikan desas-desus tersebut. Begitu diperiksa, ternyata anaknya tengah hamil. Ibunya pun kaget karena setelah ditanya korban mengaku telah dicabuli ayah tirinya," ucapnya.

Begitu mengetahui pelakunya adalah ayah tirinya, lanjut Hermansyah, warga bersama pihak kerluarga dari ibu korban pun langsung menjemput AR yang baru seminggu bekerja sebagai tukang bangunan di Bandung. AR sendiri akhirnya mau pulang karena disebutkan isterinya sedang sakit.

Setelah tiba di Garut, AR pun langsung diinterogasi namun sempat mengelak. Setelah didesak, AR pun akhirnya mengakui jika dirinya telah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih berusia 13 tahun itu.

Herman menyebut, berdasarkan pengakuan AR kepada penyidik, aksi pencabulan yang dilakukannya itu sudah terjadi sejak Desember 2018 lalu, atau sebelum ia menikah dengan ibu korban. AR mengaku kerap mendatangi rumah korban saat tengah pacaran. Aksi pencabulan pun dilakukan saat ibu korban tengah ke pasar atau tertidur.

"Saat melakukan aksinya, AR mengancam korban agar mau menuruti keinginannya," katanya.

Hermansyah menambahkan, aksi pencabulan itu dilakukan AR berulang kali kepada korban dalam rentang waktu Desember 2018 hingga Juli 2019. Akibat perbuatannya itu, menyebabkan korban hamil. Saat ini usia kandungan korban sudah mencapai 4,5 bulan.

"Kita terus lakukan pendalaman dengan memeriksa pelaku dan memintai keterangan korban. Korban ini masih sangat polos karena memang masih kelas 1 SMP," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA