Stasiun Akhir LRT Dibangun di Baranangsiang Bogor

Daerah

Senin, 15 Juli 2019 | 16:49 WIB

190715165004-stasi.jpg

Windiyati Retno Sumardiyani

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (ketiga dari kanan) didampingi Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihantoro (kedua dari kiri) melihat peta jalur Lintas Raya Terpadu (LRT) di Kampung Sawah, Jalan Danau Bogor Raya, Tanah Baru, Kota Bogor, Senin (15/7/2019). BPTJ memastikan stasiun akhir LRT akan dibangun di Baranangsiang Bogor

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek memastikan  stasiun akhir Lintas Raya Terpadu (LRT) akan dibangun di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor.  Kepastian tersebut disampaikan Kepala BPTJ Bambang Prihartono seusai meninjau kawasan yang direncanakan dibangun stasiun transit LRT di Kampung Sawah, Jalan Danau Bogor Raya, Tanah Baru, Kota Bogor, Senin (15/7/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Bambang didampingi langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Selain meninjau kawasan Kampung Sawah, Jalan Danau Bogor Raya, BPTJ dan Pemerintah Kota Bogor juga meninjau Jalan Selaawi, Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara.

“Hari ini kami hadir, melihat langsung rencana pembangunan angkutan massal LRT, kemarin sudah dibangun berhenti di Cibubur, akan kita teruskan, ujungnya di mana, kita tinjau hari ini,” ujar Bambang.

Dari pantauan wartawan PR, Windiyati Retno Sumardiyani, berdasarkan hasil tinjauan, disepakati stasiun akhir LRT dibangun di Baranangsiang. Sebelumnya, memang sempat ada rencana pembangunan stasiun akhir di kawasan Tanah Baru. Namun Bambang menyebutkan, pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di  Tanah Baru masuk dalam rencana jangka menengah.

“Kalau Tanah Baru mungkin bisa dibangun TOD, kita bisa desain perlintasannya, bisa ngeloop juga kan,” kata Bambang.

Pembangunan TOD di Baranangsiang, lanjut Bambang, diharapkan dapat berbarengan dengan revitalisasi Terminal Baranangsiang. Pemerintah pusat sengaja membangun  TOD di kawasan Baranangsiang untuk memudahkan akses masyarakat dalam mengakses kendaraan setelah transit.

“Nanti masih ada terminal, jadi bicara TOD, bukan hanya development, tetapi transit yang paling penting. Nanti kita juga akan bicarakan dengan pengembang yang lain, untuk menyinergikan rencana pembangunan LRT,” ucap  Bambang.

Dengan penetapan TOD LRT di Baranangsiang, BPTJ dan Pemerintah Kota Bogor juga memikirkan transportasi lanjutan LRT di dalam Kota Bogor. SIstem  jaringan LRT, menurut Bambang, perlu disinergikan sehingga Kota Bogor menjadi lebih nyaman.

“Kota Bogor ini kan domisili Bapak Presiden, kita harus berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Bogor, masa presidennya tinggal di sini, angkutan massalnya tidak dilayani dengan baik. Oleh karena itu, disamping LRT, kita juga bicara transportasi lanjutannya, ditata dari sekarang, jangan sampai nanti turun dari LRT, bingung nanti mau ke mana, nanti berantakan lagi,” kata Bambang.

2021
Pembangunan lanjutan jalur LRT ke Bogor, menurut Bambang, diharapkan dapat selesai pada 2021 mendatang. Pembangunan tersebut harus dilakukan lantaran pergerakan manusia di kawasan Jabodetabek sudah memasuki angka 100 juta. Sementara angkutan massal yang ada saat ini yakni kereta komuter hanya mampu mengangkut 1,2 juta penumpang.

“Sebelum ada BPTJ memang pemerintah ragu-ragu, makanya LRT hanya dibangun sampai Cibubur, setelah ada BPTJ memang harus dilanjutkan, karena  kereta komuter tidak bisa tambah lagi. Kalau tidak ada LRT, nanti 100 juta orang pindah ke  angkutan umum, sementara jika pelayanannya gini-gini aja ya orang akan kembali lagi ke kendaraan pribadi,” kata Bambang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, selain TOD Baranangsiang, pemerintah pusat juga berencana membangun depo dan TOD di Kota Bogor.  Kawasan depo rencananya dibangun di kawasan Selaawi, sementara di Kampung Sawah akan dibangun TOD dan kawasan parkir kendaraan.

“Jadi membagi beban juga kelihatan kalau dibangun di Kampung Sawah. Kita bangun park and ride di Kampung Sawah ini, ada sekitar 2 hektare lahan yang dibutuhkan. Kalau depo kurang lebih 12 hektare, kebetulan dua kawasan itu milik Kota Bogor,” ucap Dedie.

Menurut informasi BPTJ, lelang lanjutan LRT akan dilakukan September 2019.  Dedie menyambut baik rencana pembangunan TOD di Baranangsiang karena dari segi akses dinilai lebih mudah bagi masyarakat Kota Bogor.

“Kalau di Tanah Baru nanti makin menyusahkan masyarakat,” kata Dedie.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA