Pungli di Sekitar Pembangunan Jembatan Putrapinggan untuk Membantu Bupati

Daerah

Minggu, 14 Juli 2019 | 21:45 WIB

190714214524-pungl.jpg

Robi Taufik Akbar

PERBAIKAN jembatan yang berada di jalan nasional tepatnya di Kampung Putrapinggan, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucung, Pangandaran, mengakibatkan kemacetan yang sangat panjang dari arah Pangandaran menuju Bandung dan arah sebaliknya.

Kemacetan panjang ini dimanfaatkan oleh oknum untuk mengatur lalulintas dengan dalih untuk mengurai kemacetan. Tepat di Agro Wisata pengendara roda empat dimasukan dahulu ke area parkir untuk menunggu arus lalulintas lancar.

Namun saat kendaraan terparkir tiba seorang anak muda yang bertato di bagian betis kaki meminta uang pungutan untuk pembayaran jasa menyebrangkan kendaraan, walaupun sedang macet panjang. Tak tanggung uang yang diminta sebesar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu satu unit kendaraan.

"Kaget saat tadi parkir di area yang disarankan sekelompok orang sambil menunggu arus lancar, tiba-tiba meminta uang sebesar Rp30 ribu sebagai jasa memperlancar perjalanan," ujar Iis (29) asal Garut saat hendak pulang mengantar suaminya menghadiri acara di Pantai Pangandaran, Minggu (14/7/2019).

Dikatakannya, pemuda yang memalak uang tersebut, dengan tegas mengatur arus lalulintas untuk membantu kelancaran untuk membantu Bupati Pangandaran.

"Saya di sini bekerja membantu Bupati untuk memperlancar arus, karena takut terpaksa saya memberikan uang pada pemuda yang mulutnya bau alkohol," katanya menirukan pemuda yang meminta uang tersebut.

Ia heran, tidak mungkin membantu seorang Kepala Daerah memperlancar arus dengan keadaan mabuk. "Aneh saja seharusnya pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan yang mengatur arus lalulintas, bukannya pemuda mabuk," cetusnya.

Ia mengaku, melihat beberapa petugas Kepolisian berseragam Dan menggunakan rompi. Namun, bukannya bertugas mengurai kemacetan malahan sedang berada di warung kopi.

"Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB, hampir dua jam lebih terjebak macet saat lepas Dari pintu keluar pantai Pangandaran," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA