Komunitas Seniman Mapay Pijalaneun Kareta Api

Daerah

Minggu, 14 Juli 2019 | 09:40 WIB

190714094052-komun.jpg

KOMUNITAS seniman yang tergabung dalam Himpunan Sastrawan Dramawan Garut (Hisdraga) menginisiasi sebuah wujud kegembiraan hadirnya kembali tranportasi bersejarah, khususnya warga Garut, yang tenggelam sejak tahun 1988. Kegiatan itu mereka namakan "Mapay Pijalaneun Kareta Api'' (Menelusuri Bakal Jalan Kereta Api), Sabtu (13/7/2019). Perjalanan yang ditempuh tidak kurang dari 20 Km memakan waktu sekira 5 jam dari Stasiun Garut ke Stasiun Cibatu.

Fachroe, salah seorang penggagas kegiatan ini, menuturkan, kegiatan jalan kaki ini sebagai bentuk dan cara menyambut akan kehadiran kembali (reaktivasi) jalur kereta api Cibatu-Garut, serta  menyaksikan langsung sampai sejauh mana PT. KAI dalam menyelesaikan reaktivasi ini.

"Di dalam perjalanan kami berbincang dengan masyarakat yang dilalui tentang akan dijalankannya kembali kereta apai Cibatu-Garut," ujar Fachroe, Minggu (14/7/2019).

Fachroe menambahkan, respon peserta yang terdiri dari anggota Hisdraga dan masyarakat umum,  ternyata bermacam-macam, "Saat diajak, justru mereka mengungkapkan penuh keheranan. Ada yang setengah bertanya mengapa jalan kaki, naha (mengapa) gak pake kendaraan?" katanya.

Ia berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini,  aktivasi Kereta Api Garut-Cibatu segera terlaksana dan berjalan lancar, sehingga nantinya menjadi transportasi alternatif masyarakat menuju Garut, bahkan mempermudah pengunjung berwisata ke Garut.

Meski tanpa hadiah, ia berharap kegiatan ini menjadi semacam ekspedisi perjalanan untuk memperdalam spirit kebersamaan dalam membangun Garut yang berbudaya.

Kesan yang ia dan peserta rasakan, bahwa reaktivasi sungguh pekerjaan yang membutuhkan semangat kebersamaan, ternyata tidak begitu saja infrastruktur itu hadir. "Dari bincang dengan masyarakat yang ditemui di perjalanan, mereka berharap transportasi kereta ini segera dan dapat cepat bermanfaat. Mereka pun masih terkenang dengan 'si kuik' dan 'si gombar'-nya," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA