Kabupaten Pangandaran Launching Sekoper Cinta dan Ngabaso

Daerah

Rabu, 19 Juni 2019 | 13:18 WIB

190619131942-kabup.jpg

Agus Supriyatman

Launching program sekoper cinta ( sekolah perempuan capai impian dan cita-cita) dan program ngabaso (ngabring ka sakola) bertempat di Aula Setda Kab Pangandaran, Rabi (19/6/2019).

BUPATI Pangandaran melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat H. Tatang Mulyana SH., MM, me-Launching program sekoper cinta (sekolah perempuan capai impian dan cita-cita) dan program ngabaso (ngabring ka sakola) di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/6/2019).

Hadir ketua Tim Penggerak PKK Kab Pangandaran, Hj Ida Nurlela Jeje Wiradinata Sekaligus menjadi pemateri tunggal, wakil ketua tim penggerak, Renny Widiastutty Adang Hadari, kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Tavian Soekartono,SE, Ketua Dharma Wanita Persatuan, beberapa kepala dinas, Camat, serta tim penggerak PKK kecamatan Se kab Pangandaran

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat H. Tatang Mulyana SH., MM, dngan adanya peluncuran launching sekoper cinta ini merupakan wadah bagi perempuan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman serta diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup.

Program sekoper cinta kata dia, merupakan salahsatu upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan meningkatkan kemampuan, kesetaraan, peran, akses, partisipasi, kontrol serta manfaat antara perempuan dan laki laki disemua bidang.

"Program tersebut berawal dari tingginya angka perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga, dan potensi stunting (sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya)," katanya.

Berdasarkan hasil monitoring, lanjut dia, kekerasan kepada perempuan dipicu permasalahan ekonomi dimana para perempuan tidak bisa mampu mengembangkan dan memberdayakan dirinya sendiri selain itu mereka tidak mempunyai usaha semuanya tertumpu pada laki laki sehingga kekerasan terhadap perempuan meningkat

Diharapkan dengan adanya program Sekoper cinta bisa menurunkan angka permasalahan sosial, kesenjangan sosial, kekerasan terhadap perempuan dan perceraian

"Program ini diharapkan bisa menurunkan angka perceraian khususnya di Kabupaten Pangandaran, selain itu bisa menjadi jembatan bagi perempuan untuk dapat meningkatkan kapasitas dirinya atas permasalahan yang dihadapi," katanya.

Sebagai tindak lanjutnya, Pemkab Pangandaran akan menerapkan program sekoper cinta yang akan dilaksanakan di Dusun Cilempung, Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih bulan Juli-Agustus 2019

Sedangkan program Ngabaso atau ngabring ka sakola kata dia, diutamakan untuk siswa-siswi. Ada empat nilai utama yang diharapkan dari program ini, menurutnya, yaitu kesehatan fisik, kecerdasan akal, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual

"Dari program Ngabaso ini diharapkan akan tumbuh generasi yang sehat, sebagai tindak lanjut di kabupaten Pangandaran program ini akan di laksanakan di SD Negeri 1 kersaratu, Desa kersaratu yang direncanakan pelaksanaanya pada bula Juli - agustus 2019," ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Pangandaran mengatakan, program ini merupakan salahsatu jawaban dari berbagai permasalahan perempuan. "Program Sekoper cinta merupakan jawaban dari permasalahan perempuan yang ada di Jabar, program ini diharapkan untuk menangani permasalahan yang ada," ujarnya.

PKK sebagai mitra kerja pemerintah kata dia, akan membantu meng-share, mengejawantahkan program tersebut sampai ketingkat yang paling bawah

"Program sekoper cinta memang salahsatu inovasi yang hanya ada di Jabar. Untuk itu kita sebagai mitra kerja pemerintah harus meng ejawantahkan dan menanggulangi permaslah perempuan di Jawa barat khususnya di Pangandaran," ujarnya

Berbagai permasalahan perempuan seperti stunting kekerasan rumah tangga, Human trapiking menurutnya bisa akan teratasi dengan cara memberikan edukasi, mencarikan wadah pemberdayaan untuk perempuan supaya produktif, melalui peningkatan kualitas hidup, kualitas kesehatan, perekonomian, atitud yang baik dll.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR